Kamis, 28 Januari 2010

MACAM MACAM DBMS (DATABASE MANAGEMEN SYSTEM)

DBMS (DATABASE MANAGEMENT SYSTEM)

1. Pengertian DBMS :

1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.

2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).

3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.

Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

Fungsi DBMS : - Definisi data dan hubungannya

- Memanipulasi data

- Keamanan dan integritas data

- Security dan integritas data

- Recovery/perbaikan dan concurency data

- Data dictionary

- Unjuk kerja / performance

Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS

DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.

Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :

  • Mendefinisikan data dan hubungannya.
  • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
  • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
  • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
  • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
  • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
  • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.

Contoh DBMS :

1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.

Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968

2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.

Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinet Software Inc, 1972

3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses

normalisasi

Contoh : - INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973

- System-R oleh IBM Research, 1975

- ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979

- DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

2. Komponen Utama DBMS

Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam :

  • Perangkat Keras
  • Perangkat Lunak
  • Data
  • Pengguna

3. Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan DBMS

Pengunaan DMBS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan,

yaitu :

  • Kebebasan data dan akses yang efisien
  • Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
  • Integritas dan keamanan data
  • Administrasi keseragaman data
  • Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).
  • Mengurangi data redundancy : Data redundansi dapat direduksi/dikurangi, tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (untuk kepentingan keyfield)
  • Membutuhkan sedikit memory untuk penyimpanan data

Kerugian pengunaan DBMS antara lain :

  • Memperoleh perangkat lunak yang mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning, Risk). DBMS mainframe masih sangat mahal. DBMS berbasis mikro biayanya mencapai beberapa ratus dolar, dapat menggambarkan suatu organisasi yang kecil secara berarti
  • Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar. DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan primer dan sekunder yang lebih besar daripada yang diperlukan oleh program aplikasi lain. Juga, kemudahan yang dibuat oleh DBMS dalam mengambil informasi mendorong lebih banyak terminal pemakai yang disertakan dalam konfigurasi daripada jika sebaliknya.
  • Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuan secara penuh. Pengetahuan khusus ini paling baik diberikan oleh pengelola database.

B. MACAM-MACAM DBMS (DATBASE MANAGEMENT SYSTEM)

Beberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam aplikasi program antara lain :

1. MySQL

MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (bahasa inggris : data management system) atau DNMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public Licenci (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL . Tidak seperti Apache yang merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan cipta untuk code sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang penuh hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan Michael “monthy widenius.

Kelebihan MySQL antara lain :

1. free (bebas didownload)

2. stabil dan tangguh

3. fleksibel dengan berbagai pemrograman

4. Security yang baik

5. dukungan dari banyak komunitas

6. kemudahan management database

7. mendukung transaksi

8. perkembangan software yang cukup cepat.

2. ORACLE

Sejarah Singkat Oracle

Perusahaan Oracle didirikan pada tahun 1977 oleh tiga orang programmer, Bob Miner, Ed Oates, dan Larry Ellison yang menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) selama beberapa tahun sampai saat ini. Perusahaan ini berkonsentrasi pada pembuatan database server di mainframe. Kisah sukses Oracle Corp terkait dengan sejarah dan teori database relasional. Teori database relasional diperkenalkan hampir secara simultan oleh Edgar F. Codd (dalam artikelnya yang terkenal Large shared data banks) dan seorang penemu lain yang kurang dikenal, pada tahun 1969. IBM adalah perusahaan pertama yang menerapkan model relasional ini dalam bahasa SQL, dengan produknya DB2. Sayangnya IBM agak ragu akan keampuhan SQL dan model relasional (nantinya akan berpengaruh pada ketertinggalan IBM di pasar database-server sistem operasi Unix dan Windows ).

Larry melihat perkembangan teori model relasional dan implementasi database relasional dalam DB2. Ia yakin bahwa model relational adalah “way of the future” dan memutuskan untuk mengimplementasikan model relasional di produk Oracle. Sebelumnya produk database Oracle memakai model nonrelasional. Oracle menjadi pesaing kuat bagi IBM dalam pasar database server di mainframe, terutama database bermodel relasional.

Sekitar pertengahan tahun 1980an, Larry mendiversifikasi produk Oracle (versi 6.x) keluar mainframe, yakni ke sistem operasi Unix. Selanjutnya tahun 1996 Oracle Corp mendiversifikasi Oracle (versi 7.x) ke sistem operasi Novell Netware, Windows NT, dan Linux (versi 8.x, tahun 1997). Mulai pertengahan tahun 1990an Oracle Corp mulai membuat juga produk-produk nondatabase-server seperti application server (WebDB, OAS), development tools (Oracle Developer, Oracle Designer), dan application suite (Oracle Apps).

Pengertian Oracle

Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
• Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)

  • Menangani manajemen space dan basis data yang besar
  • Mendukung akses data secara simultan
  • Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
  • Menjamin ketersediaan yang terkontrol
  • Lingkungan yang terreplikasi

Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi yang mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai tujuannya. Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis maupun yang komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.

Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-keluhan yang mereka lontarkan mengenai Oracle antara lain adalah terlalu sulit untuk digunakan, terlalu lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan istilah “ora kelar-kelar” yang berarti “tidak selesai-selesai” dalam bahasa Jawa. Jika dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya sangat mahal.
Namun yang mereka tidak perhitungkan adalah bahwa Oracle merupakan DBMS yang dirancang khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran kecil dan menengah. Kebutuhan organisasi berukuran besar tidaklah sama dengan organisasi yang kecil atau menengah yang tidak akan berkembang menjadi besar. Organisasi yang berukuran besar membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus menerus bertambah besar.
Kelebihan Dan Kekurangan Oracle

Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan dan kondisi khusus yang dapat berubah-ubah. Sebagai contoh, organisasi yang besar membutuhkan server yang terdistribusi dan memiliki redundancy sehingga pelayanan bisa diberikan secara cepat dan tidak terganggu jika ada server yang mati. Organisasi tersebut juga mempunyai berbagai macam aplikasi yang dibuat dengan beragam bahasa pemrograman dan berjalan di berbagai platform yang berbeda. Oracle memiliki banyak sekali fitur yang dapat memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi besar tersebut. Berbagai fitur tersebut membuat Oracle menjadi DBMS yang rumit dan sulit untuk dipelajari, namun itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam sistem informasi di organisasi yang berukuran besar.

Skalabilitas mengacu pada kemampuan untuk terus berkembang dengan penambahan sumber daya. Organisasi yang besar harus mampu melakukan transaksi data dalam volume yang besar dan akan terus bertambah besar. Jika dijalankan hanya pada satu server saja, MySQL memang bisa berjalan lebih cepat daripada Oracle. Namun jika satu server sudah tidak bisa lagi menangani beban yang terus bertambah besar, kinerja MySQL mengalami stagnasi karena keterbatasan server tersebut. Namun Oracle mendukung fitur Grid yang dapat mendayagunakan lebih dari satu server serta data storage dengan mudah dan transparan. Hanya dengan menambahkan server atau data storage ke dalam Oracle Grid, maka kinerja dan kapasitas Oracle dapat terus berkembang untuk mengikuti beban kerja yang terus meningkat.
Demikianlah salah satu (atau dua) keunggulan dari Oracle. Tidaklah mengherankan bahwa meskipun Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, perusahaan-perusahaan besar memilih Oracle dan tidak menggunakan DBMS seperti MySQL yang gratis karena mereka membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam sistem informasi yang mereka gunakan.

3. FIREBIRH

Sejarah Firebird

Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management System) yang bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan Borland yang sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari aplikasi database-nya InterBase 6.0 dengan sifat open source. Namun entah kenapa tiba-tiba Borland tidak lagi mengeluarkan versi InterBase secara open source, justru kembali ke pola komersial software. Tapi pada saat yang bersamaan programmer-progammer yang tertarik dengan source code InterBase 6.0 tersebut lalu membuat suatu team untuk mengembangkan source code database ini dan kemudian akhirnya diberinama Firebird.

Pengembangan codebase Firebird 2 dimulai pada awal pengembangan Firebird 1, dengan memporting kode Firebird 1 berbasis C ke dalam bahasa C++ dan merupakan pembersihan kode secara besar-besaran. Firebird 1.5 merupakan rilis pertama dari codebase Firebird 2. Pengembangan ini merupakan satu kemajuan signifikan bagi para developer dan seluruh tim dalam project Firebird, namun tentu ini bukan akhir dari tujuan. Dengan dirilisnya Firebird 1.5, pengembangan lebih lanjut difokuskan pada Firebird versi 2.

Pada bulan April 2003, Yayasan Mozilla memutuskan mengganti nama web browser mereka dari ”Phoenix” menjadi ”Firebird”. Keputusan ini ditanggapi dengan serius oleh proyek Firebird Database dengan asumsi bahwa hal tersebut bisa membingungkan user karena dua produk berbeda menggunakan nama yang identik. Protes atas hal ini berlanjut hingga para pengembang Mozilla membuat satu pernyataan yang jelas bahwa nama Firebird dalam kenyataannya adalah ”Mozilla Firebird”. Pernyataan ini juga membuat memperjelas bahwa nama Mozilla Firebird merupakan sebuah ”codename” atas proyek web browser yang tengah dikerjakan oleh Mozilla. Pada tanggal 9 Februari 2004, Mozilla akhirnya mengganti kembali nama browser mereka sebagai Mozilla Firefox, Dengan demikian hal tersebut secara otomatis menghilangkan kebingungan para pengguna.

Firebird dan Interbase. Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama” dikembangkan oleh Borland.

Namun dalam perkembangannya, Interbase yang komersial di-bundle oleh Borland menjadi Phoenix, sedangkan Firebird adalah interbase yang dikembangkan oleh komunitas Open Source, sehingga menjadikannya sebagai produk Database Server

yang FREE. Kalau dikaitkan dengan support, tentunya jelas beda karena produk komersial dan free. Dalam konsep teknik programmingnya, ada banyak yang sama, namun pengayaan Firebird lebih banyak dan menjadikannya lebih luwes, terutama dalam koneksi client-server (port) dan integritasnya. Modul-modul kode baru ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer’s Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public License 1.1.

Pengguna Firebird

Open source DBMS ini dimotori oleh para developer Interbase 6.x open-source. Jika pernah menggunakan produk-produk RDBMS, seperti Ms-SQL Server, Oracle, DB2, Informix, dan lain-lain, kita tidak akan kesulitan dalam mengenal Firebird. Mengapa Firebird? banyak orang menggunakan produk RDBMS yang sudah populer, dan harganya pun sangat mahal, sehingga banyak yang ingin belajar harus mencari versi ‘bajakan’ dari produk tersebut untuk bisa belajar. Alasannya sederhana, ingin belajar RDBMS berkelas enterprise tetapi tidak usah membayar.

Kalangan-kalangan seperti inilah yang seringkali memanfaatkan Firebird. Produk ini gratis dan berkelas enterprise. Selain itu Firebird juga digunakan para pelaku bisnis, mereka ingin solusi sistem informasi berskala besar (enterprise), namun mereka juga ingin menghindari harga yang sangat mahal dan biaya maintenance yang juga sangat mahal. Produk ini mampu bersaing dengan produk-produk berkelas seperti Ms-SQL Server atau Oracle sekalipun, dalam segala hal fitur, kecepatan, performa, apapun anda menamakannya, Firebird benar-benar bisa dibandingkan,dan yang lebih penting Firebird is totally Free.

Kalau memang Firebird Hebat, berkelas, dan gratis, mengapa Firebird kurang populer saat ini? jawabannya sederhana, Firebird mempunyai developer yang tangguh, support yang tangguh, tetapi Firebird tidak mempunyai marketing yang tangguh.

Kemampuan dan Kelebihan Firebird

Kita bisa melihat berbagai macam aktivitas dan kemampuan Firebird pada situs officialnya yang beralamat di www.firebirdsql.org. Banyak sekali fasilitas menarik yang ditawarkan oleh Firebird (ini bisa dibandingkan dengan fasilitas yang ditawarkan oleh MySQL). Firebird memiliki rata-rata fasilitas yang dimiliki oleh sebuah komersial database misalnya seperti stored procedure, trigger, sistem backup, replikasi dan tools sql yang lengkap. Firebird juga support dengan ANSI SQL yang berarti akan semakin memudahkan Anda dalam proses migrasi antar database platform.

Beberapa kemampuan dari open source DBMS ini antara lain: (1) Firebird support dengan transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah. Bahkan Firebird support dengan savepoint pada suatu transaksi dan kita bisa melakukan rollback kembali ke savepoint yang kita tentukan tadi (ini mirip seperti fasilitas pada Oracle).(2) Firebird menggunakan sintaks standard untuk menciptakan suatu foreign key.(3) Firebird support row level locks, secara default Firebird menggunakan apa yang disebut dengan multi-version

concurrency system. Ini artinya bahwa semua session pada database akan melihat data yang lama sampai data yang baru sudah di-commit ke dalam database. Sebagai alternative untuk locking juga bisa digunakan perintah select… for update with lock.(4) Firebird support stored procedure dan triggers dengan bahasa yang standard sehingga tidak akan membingungkan bagi Anda yang ingin belajar. Triggers pada Firebird mirip seperti yang dijumpai dalam Oracle yaitu menggunakan before atau after insert, update atau delete. Ini berbeda dengan sistem trigger pada Sybase atau MS SQL Server yang menggunakan tabel virtual inserted dan deleted.(5) Firebird bisa melakukan replikasi, solusi untuk replikasi kebanyakan dibuat oleh pihak ketiga, tetapi sebenarnya teknik replikasi ini seperti konsep trigger yang selalu memonitor adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database. (6) Firebird support dengan multiple data file, ya, Firebird bisa menggunakan lebih dari satu file sebagai single logic database. Ini sangat berguna bagi para DBA (Database Administrator) untuk mengadministrasi database. (7) Software untuk mengadministrasi mudah didapat karena banyak sekali software untuk mengadministrasi database Firebird, misalnya saja EMS IB Manager, IBConsole, isql, FBManager, Marathon dan banyak lagi yang lainnya. Aplikasi tersebut ada yang komersial atau bahkan ada yang open source. (8) Library connection untuk Firebird yang sudah tersedia ada banyak, ada driver untuk ODBC, JDBC bahkan .NET database provider. Bahkan dari PHP juga sudah disediakan library untuk koneksi ke database Firebird ini. (9) Banyaknya fasilitas support dan maintenance karena banyaknya komunitas Firebird. Di Indonesia sendiri komunitas yang sering menggunakan Firebird biasanya adalah programmer Delphi. Kalau di luar negeri sudah sangat banyak sekali komunitasnya, mulai dari komunitas developer, Firebird architect, Firebird test dan lain sebagainya. Anda bisa mencarinya di Yahoo! Groups www.yahoogroups.com) dengan kata kunci Firebird.

4. Microsoft SQL server 2000

Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database management system (RDBMS) yang didesain untuk melakukan proses manipulasi database berukuran besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft SQL Server 2000 merupakan produk andalan Microsoft untuk database server. Kemampuannya dalam manajemen data dan kemudahan dalam pengoperasiannya membuat RDBMS ini menjadi pilihan para database administrator.

DBMS merupakan suatu system perangkat lunak untuk memungkinkan user (pengguna) untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database secara praktis dan efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah mengontrol dan mamanipulasi data yang ada. Sedangkan RDBMS atau Relationship Database Management System merupakan salah satu jenis DBMS yang mendukung adanya relationship atau hubungan antar table. RDBMS (Relational Database Management System) adalah perangkat lunak untuk membuat dan mengelola database, sering juga disebut sebagai database engine. Istilah RDBMS, database server-software, dan database engine mengacu ke hal yang sama; sedangkan RDBMS bukanlah database. Beberapa contoh dari RDBMS diantaranya Oracle, Ms SQL Server, MySQL, DB2, Ms Access.

5. Visual Foxpro 6.0

Pada tahun 1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk menyaingi dBase II Ashton-Tate. Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat lunak kecil yang berisi bahasa pemrograman dan mesin pengolah data. FoxPro memperkenalkan GUI (Graphical Unit Interface) pada tahun 1989. FoxPro berkembang menjadi Visul FoxPro pada tahun 1995. kemampuan pemrogrman prosural tetap dipertahankan dan dilengkapi dengan pemrograman berorietasi objek. Visual FoxPro 6.0 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan produk desktop dan client/server lain dan juga dapat membangun aplikasi yang berbasis Web. Dengan adanya Visual Studio, FoxPro menjadi anggotanya. Sasaran utama Visual Studio adalah menyediakan alat bantu pemrogrman dan database untuk mengembangka perangkat lunak yang memenuhi tuntutan zaman.

Model data yang digunakan Visual FoxPro yaitu model relasional. Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah di pahami oleh pengguna, serta merupakan paling popular saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan table berdimensi dua (yang disebut relasi atau table), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut. Relasi dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menghilangkan kemubajiran data dan mengunakan kunci tamu untuk berhubungan dengan relasi lain.

6. Database Desktop Paradox

Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.

Struktur field pada Paradox 7 :

1. Field Name

Field Name merupakan nama pengenal kolom pada suatu tabel. Terdapat beberapa aturan dalam penulisan field name antara lain :

  • Panjang maksimum 25 karakter
  • Tidak boleh diawai dengan spasi tapi boleh mengandung spasi
  • Unik, artinya tidak ada nama kolom yang sama
  • Tidak boleh menggunakan tanda koma (,), tanda pipe (|), dan tanda seru (!)

• Hindari kata-kata yang merupakan perintah SQL
2. Type

Digunakan untuk menetukan tipe data yang dapat ditampung dalam field. Macam-macam tipe data yang sering dipakai dalam Paradox adalah sebagai berikut :

3. Size
Merupakan ukuran dari panjang data yang diizinkan untuk suatu field.

4. Key

Dapat berupa primary key sebagai key yang membedakan untuk setiap baris kolom. Syarat untuk primary key adalah unik, artinya tidaka boleh ada data yang memiliki primary key yang sama.

SIKLUS PENDAPATAn

Posted in mata kuliah on 28 Oktober 2009 by s3mrp

Fungsi – fungsi yang terkait dalam penjualan kredit :
1. Fungsi penjualan
- menerima surat order dari customer
- mengedit order dari custoer untuk menambah informasi yang belum ada pd surat order
- menerima otorisasi kredit
- menentukan tanggal pengiriman dan dari gudang mana barang akan dikirim
- mengisi surat order pengiriman
2. Fungsi Kredit
- meneliti status kredit customer
- memberikan otorisasi pemberian kredit kepada customer
3. Fungsi Gudang
- menyimpan barang
- menyiapkan barang yang dipesan oleh customer
4. Fungsi Pengiriman
- menyerahkan barang atas dasar surat order pengiriman yang diterimanya dari fungsi penjualan
- mengirimkan kembali barang yang telah dibeli perusahaan kepada pemasok dalam transaksi return pembelian
5. Fungsi Penagihan
- membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada customer
- menyediakan copy faktur bagi kepentingan pencatatan transaksi penjuaan oleh fungsi pencatatan piutang, fungsi akuntansi biaya, fungsi akuntansi umum.
6. Fungsi Pencatatan piutang
- mencatat piutang yang timbil dari transaksi penjualan kredit
- memcatat berkurangnya piutang karena transaksi return penjualan, penerimaan kas dari piutang, penghapusan piutang yang tidak tertagih
- membuat serta mengirimkan pernyataan piutang kepada para debitur.
7. Fungsi Akuntansi Biaya
- mencatat kos produk jadi yang dijual dlm buku pembantu sediaan
- mencatat kos produk jadi yang dikelmbalikan oleh customer dlm transaksi return pembelian
8. Fungsi akuntansi umum
- mencatat transaksi penjualan kredit dan penjualan tunai dalam jurnal penjualan dan transaksi retur penjualan, pencadangan kerugian piutang, dan penghapusan piutang dalam jurnal umum

9. Fungsi Penerimaan barang
- menerima barang (dari pembelian atau return penjualan)

Dokumen yang digunakan dlm transaksi penjualan kredit :
1. Dokumen sumber yaitu faktur penjualan
Faktur penjualan adalah dokumen yang dipakai sebgai dasar untuk mencatat timbulnya piutang.
Tembusan faktur penjualan :
- Faktur Penjualan : yg dikirim ke customer
- Tembusan Piutang : yg dikirim ke fungsi pencatat piutang sebagai dsar utk mencatat piutang dalam buku pembantu piutang
- Tenbusan Jurnal Penjualan : yg dikirim ke fungsi akuntansi umum sbg dasar utk mencatat transaksi penjualan kedlm jurnal
- Tembusan Analisis : yg dikirim ke fungsi akuntansi biaya sbg dasar utk emnghitung kos produk yg dijual yg dicatat dlm buku pembantu sediaan utk analisis penjualan, dan utk perhitungan komisi wiraniaga
- Tembusan Wiraniaga : yg dikirim ke wiraniaga utk memberitahu bahwa order dari customer yg lewat ditangannya telah dipenuhi shg memungkinkan menghitung komisi penjualan yg mjd haknya.

2. Dokumen pendukung, terdiri dari surat order pengiriman dan surat muat :
Surat order pengiriman merupakan dokumen penting untuk memproses penjualan kredit kepada customer.
Berbagai tembusan surat order pengirman :
- Surat Order Pengiriman : sbg lembar pertama utk memberikan otorisasi kepada fungsi pengiriman utk mengirimkan jenis barang dgn jml dan spesifikasi seperti yg tertera diatas dok tsb.
- Tembusan Kredit : utk memperoleh status kredit customer dan utk mendapatkan otorisasi penjualan kredit dari fungsi pemberi otorisasi kredit.
- Surat pengakuan : dikirim ke customer utk memberitahu bahwa ordernya telah diterima dan dlm proses pengiriman
- Surat muat : sbg bukti penyerahan barang dari perusahaan kpd perusahaan angkutan umum
- Slip pembungkus : ditempel pd pembungkus brg utk memudahkan fungsi penerimaan customer mengidentifikasi barang-barang yg diterima.
- Tembusan Gudang : dikirim ke fungsi gudang utk menyiapkan jenis barang dgn jumlah spt yg tercantum didlmnya, agar menyerahkan brg tsb ke f.ungsi pengiriman,dan utk mencatat barang yg dijual dlm kartu gudang.

Catatan akuntansi dlm transaksi penjualan kredit :
1. Jurnal penjualan : untuk mencatat transaksi penjualan kredit berdasarkan dokumen sumber faktur penjualan
2. Jurnal Umum : utk mencatat kos produk yg dijual berdasarkan dokumen bukti memorial
3. Buku Pembantu piutang : utk mencatat bertambahnya piutang kepada debitur tertentu berdsarkan dokumen sumber faktur penjualan
4. Buku pembantu sediaan : utk mencatat kos produk jadi tertentu yg dijual berdasarkan dokumen sumber faktur penjualan
5. Buku besar : piutang usaha, pendapatan penjualan, kos produk yg dijual, sediaan produk jadi

Aktivitas Pengendalian dalam sistem informasi akuntansi penjualan kredit :
1. Penggunaan surat order penjualan yang diotorisasi untuk setiap penjualan
2.
3. Fungsi pemberi otorisasi kredit mengecek semua customer baru
4. Penentuan bahwa customer berada dalam daftar cusmoter yang telah disetujui
5. Pengecekan batas kredit sebelum penjualan kredit dilaksanakan
6. Barang dikeluarkan dari gudang hanya atas dasar surat order pengiriman yang telah diotorisasi
7. pengecekan barang yang dikirim dengan surat order pengiriman
8. pemisahan fungsi pengiriman barang dari fungsi penjualan
9. pembuatan dokumen pengiriman untuk setiap pengiriman barang
10. setiap faktur penjualan harus dilampiri dengan surat order pengiriman yang telah diotorisasi dan dokumen pengiriman
11. pencocokan faktur penjualan dengan dokumen pengiriman
12. pertanggung jawaban secara periodik dokumen pengiriman
13. pengecekan independen terhadap pemberian harga dalam faktur penjualan
14. setiap pencatatan harus dilandasi dokumen sumber faktur penjualan dan dokumen pendukung yang lengkap
15. pengecekan secara independen posting ke dlm buku pembantu piutang dengan akun kontrol piutang dlm buku besar.
16. pertanggungjawaban semua faktur penjualan secara periodik
17. panduan akun dan review terhadap pemberian kode akun
18. pengiriman pernyataan piutang bulanan kepada debitur

Program Audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi penjualan kredit :
1. Lakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan penjualan, pengiriman barang, penagihan dan pengiriman pernyataan piutang
2. Ambil sampel transaksi penjualan dari jurnal penjualan dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung
3. Periksa bukti digunakan formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut.
4. Ambil sampel surat order pengiriman yang disetujui dan lakukan pengusutan ke dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan.
5. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnal.

SIKLUS PENGELUARAN
PENGUJIAN PENGENDALIAN
(TRANSAKSI PEMBELIAN)

Fungsi yang terkait pada transaksi pembelian :
1. Fungsi Gudang
- Mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi sediaan yang ada digudang
- menimpan barang yg telah diterima oleh fungsi penerimaan
2. Fungsi Pembelian
- memperoleh informasi mengenai harga barang
- menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang
- mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih
3. Fungsi penerimaan barang
- Melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yg diterima dari pemasok
- Menerima barang dari pembeli yang berasal dari transaksi return
4. Fungsi Pencatatan Utang
- Mencatat transaksi pembelian ke dalam register bukti kas keluar
- Menyelenggarakan arsip dokumen sumber(bukti kas keluar)
- Menyelenggarakan buku pembantu utang sebagai buku pembantu uang
5. Fungsi Akuntansi Biaya
- Mencatat sediaan dan aktiva tetap

Catatan akuntansi untuk mencatat transaksi pembelian :
1. Register bukti kas keluar adalah jurnal yg digunakan utk mencatat transaksi pembelian jika perusahaan menggunakan voucher payable procedure
2. Jurnal Pembelian = utk mencatat transaksi pembelian jika perusahaan menggunakan account payable procedure
3. Buku Pembantu utang = utk mencatat utang kepada pemasok
4. Buku Pembantu sediaan = mencatat kos sediaan yang dibeli

Aktifitas pengendalian yang dapat mencegah dan mendeteksi salah saji :
1. Otorisasi umum dan khusus untuk setiap pembelian
2. Setiap surat order pembelian harus didasarkan pada surat permintaan pembelian yang telah diotorisasi
3. Setiap penerimaan barang harus didasarkan pada surat order pembelian yang telah diotorisasi
4. Fungsi penerimaan barang menghitung, menginspeksi dan membandingkan barang yang diterima dengan data barang yang tercantum dalam surat order pembelian
5. Penyerahan barang dari fungsi penerimaan barang ke fungsi gudang harus didokumentasikan
6. Bukti kas keluar harus dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap dan sah.
7. Setiap pencatatan ke register bukti kas keluar harus didukung dengan bukti kas keluar yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap
8. Pengecekan secara independen posting ke dalam buku pembantu utang usaha, sediaan, aktiva tetap, dengan akun kontrol yang bersangkutan dalam buku besar
9. pertanggungjawaban secara periodik semua formulir bernomor urut tercetak
10. panduan akun dan review terhadap pemberian kode akun
11. review kinerja secara periodik

Program Audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi Pembelian :
1. Lakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan atas permintaan pembelian, order pembelian, penerimaan barang, pembuatan bukti kas keluar.
2. Ambil sampel transaksi pembelian dari register bukti kas keluar dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung
3. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut.
4. Ambil sample bukti kas keluar yang disetujui dan lakukan pengusutan ke dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan
5. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnal.

SIKLUS PENGELUARAN
PENGUJIAN PENGENDALIAN
(TRANSAKSI PENGELUARAN KAS)

Fungsi yang terkait pada transaksi PENGELUARAN KAS :

1. Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas

2. Fungsi pencatat utang
- membuat bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi keuangan dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut.
- Melakukan verifikasi kelengkapan dan validasi dokumen pendukung yang dipakai sebagai dasar pembuatan bukti kas keluar
- Menyelenggarakan arsip bukti keluar yang belum dibayar yg berfungsi sebagai buku pembantu uang
3. Fungsi Keuangan
- Mengisi cek
- Memintakan otorisasi atas cek
- Mengirimkan cek kepada kreditur via pos
- Membayar langsung kepada kreditur

4. Fungsi akuntansi biaya
- mencatat pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan sedian

5. Fungsi akuntansi umum.
- pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek

6. Fungsi audit intern
- melakukan penghitungan kas secara periodik
- mencocokan hasil penghitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi
- melakukan pemeriksaan secara mendadak
- membuat rekonsiliasi bank secara periodik

Dokumen Transaksi Pengeluaran kas
Bukti kas keluar : - Permintaan cek
- Kuitansi
- Cek

Catatan akuntansi
1. register cek : utk mencatat pengeluaran kas dengan cek
2. Buku besar : utk mencatata transaksi pengeluaran kas utang usaha dan kas

Aktifitas pengendalian yang dapat mencegah dan mendeteksi salah saji pengeluaran kas :
1. Penandatanganan cek harus me review bukti kas keluar dan dokumen pendukungnya
2. pembubuhancap lunas terhadap bukti kas keluar yang telah dibayar beserta dokumen pendukungnya
3. pengecekan secara independen antara cek dgn bukti kas keluar
4. pertanggungjawaban seua nomor urut cek
5. pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi
6. rekonsiliasi bank secara periodik oleh pihak ketiga yang independen
7. pengecekan secara independen terhadap tanggal yang tercantum dalam bonggol cek dan tanggal pencatatannya.

Program Audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi Pengeluaran kas :
1. lakukan pengamatan terhadap prosedur pembuatan dan pencatatan cek ke dalam register cek
2. ambil sampel transaksi pengeluaran kas dari register cek dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung
3. periksa bukti bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut
4. ambil sampel bukti kas keluar yang telah dibayar dan lakukan pengusutan ke dokumen dan catatan akuntansi yang bersangkutan.
5. periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnal.

SIKLUS PENGELUARAN
PENGUJIAN SUBSTANTIF
(TRANSAKSI HUTANG DAGANG)

Prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia dlm penyajian utang lancar di neraca :
1. setiap jenis utang lancar harus disajikan secara terpisah, jika jumlahnya material
2. utang kepada perusahaan afiliasi, pemegang saham, dan karyawan perusahaan harus dipisahkan dari utang kepada pihak ketiga yang independen
3. aktiva yang dijaminkan dalam penarikan utang lancar harus diungkapkan dalam laporan keuangan
4. aktiva dan utang tidak boleh digabungkan penyajiannya dalam jumlah neto
5. utang bersyarat harus dijelaskan dalam neraca

Tujuan audit thd utang usaha :
1. memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan utang usaha
Auditor melakukan rekonsiliasi antara saldo utang usaha yang dicantumkan dalam neraca dengan akun utang usaha dalam buku besar dan selanjutnya ke register bukti kas keluar dan register cek.
2. membuktikan asersi keberadaan dan keterjadian utang usaha yang dicantumkan dineraca.
Auditor melakukan berbagai pengujian substantif :
- pengujian analitik
- pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
- pemeriksaan pisah batas transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
- konfirmasi piutang usaha
- rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima oleh klien dari krediturnya.
3. membuktikan asersi kelengkapan utang usaha yang dicantumkan di neraca mencakup semua kewajiban klien kepada kreditur pada tanggal neraca dan mencakup semua transaksi yang berkaitan dengan utang usaha dalam tahun yg diaudit, auditor melakukan pengujian substantif :
a. pengujian analitik
b. pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
c. pemeriksaan pisah batas transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
d. konfirmasi utang usaha
e. rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima oleh klien dari krediturnya.
4. membuktikan asersi kewajiban klien atas utang usaha yang dicantumkan dineraca
Auditor melakukan pengujian subsatntif :
- pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
- konfirmasi utang usaha
- rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima oleh klien dari krediturnya.
5. membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan utang usaha di neraca (untuk membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan utang usaha dineraca) auditor melakukan :
a. konfirmasi utang usaha
b. rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima oleh klien dari krediturnya.
c. Pembandingan penyajian utang usaha dineraca dengan prinsip akuntansi berterima umum yang diaudit dengan prinsip akuntansi berterima umum.

SIKLUS PENGELUARAN
PENGUJIAN SUBSTANTIF
(TRANSAKSI AKTIVA TETAP)

Aktiva tetap : adlh kekayaan perusahaan yg memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun dan diperoleh utj melaksanakan keg perush, bkn utk dijual .

Terdiri dari :
1. tanah dan perbaikan tanah
2. gedung dan perbaikan gedung
3. mesin dan equipmen pabrik
4. mebel
5. kendaraan

jurnal – jurnal transaksi yg menyangkut perubahan aktiva tetap dan akun depresiasi akumulasian yg bersangkutan adl :
1. transaksi pemerolehan aktiva tetap
2. transaksi pengeluaran modal
3. transaksi depresiasi aktiva tetap
4. transaksi penghentian pemakaian aktiva tetap
5. transaksi reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap

Perbedaan karakteristik aktiva tetap dan aktiva lancar :
1. Akun aktiva tetap mempunyai saldo yang besar didlm neraca, transaksi perubahannya relatif sangat sedikit namun umumnya menyangkut jumlah rupiah yg besar.
2. Kesalahan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap mepunyai pengaruh kecil terhadap perhitungan rugi laba, sedangkan kesalahan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva lancar berpengaruh langsung thd pergitungan rugi laba thn yang diaudit.
3. aktiva tetap disajikan dineraca pada kosnya dikurangi dengan depresiasi akumulasian, sdngkan aktiva lancar disajikan dineraca pada nilai bersih yg dpt direalisasikan pd tanggal neraca.

Yang membedakan pengujian substantif aktiva tetap dan aktiva lainnya :
1. Frekuensi transaksi yg menyangkut aktiva tetap relatif sedikit, maka jumlah waktu yg dikonsumsi utk pengujian substantif thd aktiva tetap relatif lebih sedikit dibanding dgn waktu pengujian aktiva lancar.
2. Ketepatan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva tetap sedikit pengaruhnya thd perhitungan rugi-laba.pada aktiva lancar auditor memusatkan perhatiannya terhadap ketepatan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva lancar, karena kesalahan atau ketidaktelitian penentuan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktv lancar berdampak langsung thd perhitunagn rugi laba th yg diaudit.
3. Pengujuan sub thd akt tetap dititikberatkan pd verifikasi mutasi aktv tetap yg terjadi dlm th yg diaudit.verifikasi saldo aktiva tetap pd tgl neraca tdk diperhatikan, krn akt tetap disajikan pd kosnya. Peng sb pd akt lancar dititikberatkan pd saldo aktiva lancar tsb pd tgl neraca, krn akt lancar hrs disajikan dineraca sebesar nilai bersih yg dpt direalisasikan pd tgl tsb.

Prinsip akuntansi berterima umum aktiva tetap :
1. dasar penilaian aktiva tetap dicantumkan didlm neraca
2. aktiva tetap yg digadaikan harus dijelaskan
3. jumlah depresiasi akumulasian dan biaya depresiasi untuk tahun kini harus ditunjujjan didlm laporan keuangan
4. metode yg digunakan dlm penghitungan depresiasi golongan besar aktiva tetap hrs diungkapkan didlm laporan keuangan.
5. aktiva tetap hrs dipecah ke dlm golongan yg terpisah jika jumlahnya material
6. aktiva tetap yg telah habis didepresiasi namun masih digunakan utk beroperasi, jika jumlahnya material harus dijelaskan.

Tujuan pengujian substantif thdp saldo aktiva tetap :
1. memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yg bersangkutan dgn aktiva tetap.
? Yang dilakukan auditor adalah melakukan rekonsiliasi antara saldo aktiva tetap yg dicantumkan di dlm neraca dgn akun aktiva tetap yg bersangkutan didlm buku besar dan selanjutnya ke jurnal pengeluaran kas, jurnal umum, dan buku pembantu aktiva tetap.

2. membuktikan asersi keberadaan aktiva tetap dan asersi keterjadian transaksi yang berkaitan dgn aktiva tetap dicantumkan dineraca.
? Auditor melakukan pengujian substantif :
1. pengujian analitik
2. pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap
3. inspeksi terhadap aktiva tetap
4. pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
5. review thd pembentukan depresiasi akumulasian
3. Membuktikan asersi kelengkapan aktiva tetap yg dicantumkan dineraca
? Sama dengan no . 2
4. membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas aktiva tetap yang dicantumkan dineraca :
? Auditor melakukan pengujian substantif :
1. pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap
2. inspeksi terhadap aktiva tetap
3. pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
5. Membuktikan asersi penilaian aktiva tetap yang dicantumkan di neraca.
Untuk membuktikan kewajaran penentuan jumlah akun depresiasi akumulasian aktiva tetap yang dicantumkan dineraca, auditor melakukan :
1. Prosedur audit awal
2. pengujian analitik
3. pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap
4. inspeksi terhadap aktiva tetap
5. pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
6. review thd pembentukan depresiasi akumulasian
6. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan aktiva tetap dineraca :
Yang dilakukan auditor adalah membandingkan penyajian dan pengungkapan aktiva tetap dineraca yang diaudit dengan prinsip akuntansi berterima umum.

PROGRAM / PROSEDUR AUDIT SALDO AKTIVA TETAP

Prosedur audit awal (atas saldo akun aktiva tetap) :
1. Usut saldo aktiva tetap yang tercantum dineraca ke saldo akun aktiva tetap yg bersangkutan dibuku besar
2. Hitung kembali saldo akun aktiva tetap dan depresiasi akumulasian yang bersangkutan di buku besar
? dengan cara menambah saldo awal dgn jml pengkreditan dan menguranginya dengan jumlah pendebitan tiap-tiap akun tsb.
3. Usut saldo akun aktiva tetap dan depresiasi akumulasian yang bersangkutan ke kertas kerja tahun yang lalu.
? Karena mengetahui kertas kerja tahun lalu dapat dilihat informasi ttg berbagai koreksi yg diajukan oleh auditor dalam audit thn yang lalu, shg auditor dpt mengevaluasi tindak lanjut yg telah ditempuh oleh klien dlm menanggapi koreksi yg diajukan oleh auditor.
4. Lakukan review thd mutasi luar biasa dlm jml dan sumber posting dalam akun
5. Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tetap depresiasi akumulasian yang bersangkutan ke jurnal yang bersangkutan
6. lakukan rekonsiliasi buku pembantu aktiva tetap dengan akun kontrol aktiva tetap dan depresiasi akumulasian yang bersangkutan di buku besar.

Prosedur Analitik
1. Hitung ratio :
a) Tigkat perputaran aktiva tetap
b) Ratio laba bersih dengan aktiva tetap
c) Ratio aktiva tetap dgn modal saham
d) Ratio biaya reparasi dan pemeliharaan dengan aktiva tetap
2. Lakukan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yg didasarkan pada data masa lalu, data industri, jumlah yang dianggarkan atau data lain
Fungsi dgn dilakukan perbandingan ratio – ratio tsb adalah utk mengungkapkan :
- peristiwa atau transaksi yg tidak biasa
- perubahan akuntansi
- perubahan usaha
- fluktuasi acak
- salah saji
Pengujian terhadap transaksi rinci
1. Periksa tambahan aktiva tetap ke dokumen yang mendukung transaksi pemerolehan aktiva tetap tersebut.
? Yang hrs dilakukan auditor :
a) memeriksa dokumen sumber dan dokumen pendukung pemerolehan
b) memverifikasi pemerolehan aktiva tetap dengan cara memeriksa otorisasi penambahan akt tetap dlm notulen rapat dewan direksi dan dewan komisaris, anggaran modal dan bukti kas keluar.
c) Melakukan pemeriksaan thd dokumen pendukung bukti kas keluar
d) Mengevaluasi kewajaran tarif bunga yg dipergitungkan dlm penentuan nilai tunai pembayaran sewa tsb.
2. Periksa berkurangnya aktiva tetap ke dokumen yang mendukung transaksi tersebut
? Yang hrs dilakukan auditor :
a) Mencari informasi menenai adanya tambahan aktiva tetap yang jumlahnya material di dlm tahun yg diaudit utk menentukan apakah aktiva tetap yg lama telah ditukarkan dan telah diganti dgn aktiva tetap yang baru.
b) Lakukan analisis thd akun pendapatan diluar usaha utk menemukan adanya penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap.
c) Jika dalam tahun yg diaudit tdpt penghentian produksi produk tertentu,selidikilah perlakuan thd aktiva tetap yg semula digunakan utk memproduksi produk tsb.
d) Periksa perintah kerja atau dokumen lain yg, menunjukkan adanya otorisasi penghentian pemakaian aktiva tetap.
e) Selidikilah adanya penurunan jumlah pertanggungan asuransi utk menentukan kemungkinan adanya penghentian pemakaian aktiva tetap.
3. Periksa ketepatan pisah batas transaksi aktiva tetap
? Yang hrs dilakukan auditor utk membuktikan apakah klien menggunakan pisah batas yg konsisten :
a) Memeriksa bukti kas keluar dan dokumen laporan penerimaan barang yg dibuat dan dicatat oleh klien dlm periode sebelum dan sesudah tanggal neraca.
b) Dengan membandingkan tanggal bukti kas keluar, tanggal laporan penerimaan barang dan tanggal pencatatan transaksi pemerolehan didlm register bukti kas keluar, auditor dpt membuktikan apakah transaksi bertambahnya aktiva tetap yg terjadi dlm periode sebelum dan sesudah tgl neraca, telah dicatat dlm periode akuntansi.
4. Lakukan review thd akun biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap

Pengujian thd saldo akun rinci :
1. Lakukan inspeksi thd tambahan aktiva tetap dalam tahun yang diaudit (biasanya diperoleh dari notulen rapat dewan direksi dan komisaris dan anggaran modal yg dibuat oleh klien
2. Periksa dokumen kontrak dan dokumen hak kepemilikan klien atas aktiva tetap
? Hal ini dilakukan krn kemungkinan klien menyewa aktiva tetap perusahaan lain
? Yang hrs dilakukan auditor :
a) Memeriksa dokumen yg mendukung pemerolehan dan penghentian pemakaian aktiva tetap
b) Memeriksa dokumen yg mendukung transaksi pembayaran sewa
c) Memeriksa polis asuransi aktiva tetap
d) Meminta informasi mengenai aktiva tetap yang dijaminkan dlm penarikan utang
e) Melakukan inspeksi thd perjanjian persewaan
3. Periksa dokumen yg mendukung pemerolehan dan penghentian pemakaian aktiva tetap
4. Periksa dokumen yg bersangkutan dengan biaya sewa
5. lakukan inspeksi thdp polis asuransi aktiva tetap
6. mintalah informasi mengenai aktiva tetap yg dijadikan jaminan dlm penarikan utang
7. lakukan inspeksi thd perjanjian leasing
8. lakukan review thd perhitungan depresiasi dan deplesi aktiva tetap
9. lakukan rekonsiliasi aktiva tetap ttn ke dlm buku pembantu aktiva tetap
10. hitung kembali jumlah rupiah yg dicatat didlm akun-akun yg terkait dlm transaksi penghentian pemakaian aktiva tetap

Verifikasi penyajian dan pengungkapan :
1. Periksa klasifikasi aktiva tetap didlm neraca
? Auditor melakukan pemeriksaan klasifikasi aktiva tetap didlm neraca berdasarkan prinsip akuntansi berteima uum dlm penyajian aktiva tetap dineraca.
2. periksa pengungkapan yg bersangkutan dgn aktiva tetap
? klien wajib mencantumkan pengungkapan yg memadai mengenai metode depresiasi atau deplesi yang dipakainya, aktiva tetap yg dijaminkan atau digadaikan dlm penarikan utang, dan aktiva tetap yg tlh habis didepresiasi namun masih digunakan dlm kegiatan perusahaan.

JAWABAN SOAL UTS 2006/2007
1. Tentang transaksi penjualan kredit
a. Fungsi dari faktur penjualan adalah sebagai dokumen yang dipakai sebgai dasar untuk mencatat timbulnya piutang.
b. Dokumen pendukung yang dijadikan lampiran faktur penjualan agar mjd dokumen yg handal :
1. surat order pengiriman, yang terdiri dari berbagai tembusan, yaitu :
- Surat Order Pengiriman : sbg lembar pertama utk memberikan otorisasi kepada fungsi pengiriman utk mengirimkan jenis barang dgn jml dan spesifikasi seperti yg tertera diatas dok tsb.
- Tembusan Kredit : utk memperoleh status kredit customer dan utk mendapatkan otorisasi penjualan kredit dari fungsi pemberi otorisasi kredit.
- Surat pengakuan : dikirim ke customer utk memberitahu bahwa ordernya telah diterima dan dlm proses pengiriman
- Surat muat : sbg bukti penyerahan barang dari perusahaan kpd perusahaan angkutan umum
- Slip pembungkus : ditempel pd pembungkus brg utk memudahkan fungsi penerimaan customer mengidentifikasi barang-barang yg diterima.
- Tembusan Gudang : dikirim ke fungsi gudang utk menyiapkan jenis barang dgn jumlah spt yg tercantum didlmnya, agar menyerahkan brg tsb ke f.ungsi pengiriman, dan utk mencatat barang yg dijual dlm kartu gudang.
2. Surat muat

c. Yang hrs dilakukan auditor dlm pengujian pengendalian thd transaksi penjualan kredit jika tdpt salah saji potensial bahwa penjualan dilakukan kpd customer yg tdk semestinya :
6. melakukan pengamatan terhadap prosedur, pelaksanaan kembali prosedur (utk mengetahui apakah customer berada dlm daftar customer yg telah disetujui)
7. memeriksa surat order penjualan (untuk mengetahui penggunaan surat order penjualan yang diotorisasi utk setiap penjualan)

2. Tentang transaksi pembelian
a. Hubungan antar fungsi yang terkait pada transaksi pembelian
Bagan ada di buku hal 121 : keterangan
1. F Gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian
2. F pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok
3. F pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan pemilihan pemasok
4. F pembelian membuat order pembelian kepada pemasok pilihan
5. F penerimaan memeriksa dan menerima barang yg dikirim oleh pemasok
6. F penerimaan menyerahkan brg yg diterima kepd F Gudang utk disimpan
7. F penerimaan melaporkan penerimaan barang kepada fungsi akuntansi
8. F akuntansi menerima faktur dari pemasok dan atas dasar faktur dari pemasok tersebut , f akuntansi memcatat kewajiban yg timbul dari transaksi pembelian.
b. Auditor harus memahami hubungan antar fungsi yang terkait tsb, karena :
Dengan memahami hubungan antar fungsi tersebut maka seorang auditor dapat menentukan kemungkinan terjadinya salah saji potensial dalam setiap tahap pelaksanaan transaksi, menentukan aktivitas pengendalian yg diperlukan utk mendeteksi dan mencegah salah saji dalam setiap tahap pelaksanaan transaksi pembelian, auditor dapat menentukan prosedur audit utk mendeteksi efektivitas dan aktivitas pengendalian, serta dapat menyusun program audit utk pengujian pengendalian thd transaksi pembelian.
c. Perseiaan barang dapat diajukan pada bagian :
Persediaan barang daoat diajukan oleh fungsi gudang ke fungsi pembelian

3. Tentang Utang Dagang
a. dlm audit utang dagang asersi yg paling penting bagi seorang auditor dlm mengaudit utang dagang adalah asersi kelengkapan utang usaha yang dicantumkan dineraca karena tujuan utama pengujian substantif utang usaha adalah untuk membuktikan bahwa saldo akun utang usaha yang dicantumkan dalam neraca mencerminkan saldo akun utang usaha yg sesungguhnya pada tanggal neraca tersebut.
b. Setujukah anda bahwa tanggung jawab auditor utk mengkonfirmasi utang dagang sama dgn tanggung jawab auditor mengkonfirmasi Piutang Dagang ?

4. Tentang aktiva tetap
a. Perbedaan karakteristik aktiva tetap dan aktiva lancar :
4. Akun aktiva tetap mempunyai saldo yang besar didlm neraca, transaksi perubahannya relatif sangat sedikit namun umumnya menyangkut jumlah rupiah yg besar.
5. Kesalahan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap mepunyai pengaruh kecil terhadap perhitungan rugi laba, sedangkan kesalahan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva lancar berpengaruh langsung thd pergitungan rugi laba thn yang diaudit.
6. aktiva tetap disajikan dineraca pada kosnya dikurangi dengan depresiasi akumulasian, sdngkan aktiva lancar disajikan dineraca pada nilai bersih yg dpt direalisasikan pd tanggal neraca.

Yang membedakan pengujian substantif aktiva tetap dan aktiva lainnya :
4. Frekuensi transaksi yg menyangkut aktiva tetap relatif sedikit, maka jumlah waktu yg dikonsumsi utk pengujian substantif thd aktiva tetap relatif lebih sedikit dibanding dgn waktu pengujian aktiva lancar.
5. Ketepatan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva tetap sedikit pengaruhnya thd perhitungan rugi-laba.pada aktiva lancar auditor memusatkan perhatiannya terhadap ketepatan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva lancar, karena kesalahan atau ketidaktelitian penentuan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktv lancar berdampak langsung thd perhitunagn rugi laba th yg diaudit.
6. Pengujuan sub thd akt tetap dititikberatkan pd verifikasi mutasi aktv tetap yg terjadi dlm th yg diaudit.verifikasi saldo aktiva tetap pd tgl neraca tdk diperhatikan, krn akt tetap disajikan pd kosnya. Peng sb pd akt lancar dititikberatkan pd saldo aktiva lancar tsb pd tgl neraca, krn akt lancar hrs disajikan dineraca sebesar nilai bersih yg dpt direalisasikan pd tgl tsb.
b. Pendapat bahwa cut off thd transaksi yg bersangkutan dgn aktiva tetap bkn merupakan fokus pengujian substantif aktv tetap.
Jawab : karena ketepatan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap sedikit pengaruhnya terhadap perhitungan rugi laba.
c. Perbedaan suditor awal dgn auditor ulangan/lama dlm audit peng sub aktiva tetap :
Pada auditor awal/pertama :
- Auditor hrs mempunyai cattan aktiva tetap yg rinci dan dokumen yg mendukung transaksi pemerolehan dan mutasu aktiva tetap.
- auditor harus memverifikasi saldo awal aktiva tetap utk memperoleh keyakinan mengenai kewajaran saldo tersebut sejak saat aktv tetap diperoleh sampai dengan awal thun yg diaudit.
- Semua bukti yg mendukung transaksi mutasi aktiva tetap hrs diverifikasi oleh auditor.
Pada auditor lama :
- kewajiban memverifikasi saldo awal aktiva tetap lebih ringan
- jika pada lap keuangan klien diberi pendapat wajar maka auditor baru dapat langsung menggunakan saldo awal aktiva tetap sebagai saldo awal yang wajar

sumber : http://s3mrp.blogdetik.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar