Kamis, 28 Januari 2010

MACAM MACAM DBMS (DATABASE MANAGEMEN SYSTEM)

DBMS (DATABASE MANAGEMENT SYSTEM)

1. Pengertian DBMS :

1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.

2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).

3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.

Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).

Fungsi DBMS : - Definisi data dan hubungannya

- Memanipulasi data

- Keamanan dan integritas data

- Security dan integritas data

- Recovery/perbaikan dan concurency data

- Data dictionary

- Unjuk kerja / performance

Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS

DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.

Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :

  • Mendefinisikan data dan hubungannya.
  • Mendokumentasikan struktur dan definisi data
  • Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
  • Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
  • Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
  • Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
  • Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.

Contoh DBMS :

1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.

Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968

2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.

Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinet Software Inc, 1972

3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses

normalisasi

Contoh : - INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973

- System-R oleh IBM Research, 1975

- ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979

- DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981

2. Komponen Utama DBMS

Komponen utama DBMS dapat dibagi menjadi 4 macam :

  • Perangkat Keras
  • Perangkat Lunak
  • Data
  • Pengguna

3. Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan DBMS

Pengunaan DMBS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan,

yaitu :

  • Kebebasan data dan akses yang efisien
  • Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
  • Integritas dan keamanan data
  • Administrasi keseragaman data
  • Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).
  • Mengurangi data redundancy : Data redundansi dapat direduksi/dikurangi, tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (untuk kepentingan keyfield)
  • Membutuhkan sedikit memory untuk penyimpanan data

Kerugian pengunaan DBMS antara lain :

  • Memperoleh perangkat lunak yang mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning, Risk). DBMS mainframe masih sangat mahal. DBMS berbasis mikro biayanya mencapai beberapa ratus dolar, dapat menggambarkan suatu organisasi yang kecil secara berarti
  • Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar. DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan primer dan sekunder yang lebih besar daripada yang diperlukan oleh program aplikasi lain. Juga, kemudahan yang dibuat oleh DBMS dalam mengambil informasi mendorong lebih banyak terminal pemakai yang disertakan dalam konfigurasi daripada jika sebaliknya.
  • Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuan secara penuh. Pengetahuan khusus ini paling baik diberikan oleh pengelola database.

B. MACAM-MACAM DBMS (DATBASE MANAGEMENT SYSTEM)

Beberapa software atau perangkat lunak DBMS yang sering digunakan dalam aplikasi program antara lain :

1. MySQL

MySQL merupakan sebuah perangkat lunak system manajemen basis data SQL (bahasa inggris : data management system) atau DNMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General Public Licenci (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL . Tidak seperti Apache yang merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan cipta untuk code sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang penuh hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah : david axmark, allan larsson, dan Michael “monthy widenius.

Kelebihan MySQL antara lain :

1. free (bebas didownload)

2. stabil dan tangguh

3. fleksibel dengan berbagai pemrograman

4. Security yang baik

5. dukungan dari banyak komunitas

6. kemudahan management database

7. mendukung transaksi

8. perkembangan software yang cukup cepat.

2. ORACLE

Sejarah Singkat Oracle

Perusahaan Oracle didirikan pada tahun 1977 oleh tiga orang programmer, Bob Miner, Ed Oates, dan Larry Ellison yang menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) selama beberapa tahun sampai saat ini. Perusahaan ini berkonsentrasi pada pembuatan database server di mainframe. Kisah sukses Oracle Corp terkait dengan sejarah dan teori database relasional. Teori database relasional diperkenalkan hampir secara simultan oleh Edgar F. Codd (dalam artikelnya yang terkenal Large shared data banks) dan seorang penemu lain yang kurang dikenal, pada tahun 1969. IBM adalah perusahaan pertama yang menerapkan model relasional ini dalam bahasa SQL, dengan produknya DB2. Sayangnya IBM agak ragu akan keampuhan SQL dan model relasional (nantinya akan berpengaruh pada ketertinggalan IBM di pasar database-server sistem operasi Unix dan Windows ).

Larry melihat perkembangan teori model relasional dan implementasi database relasional dalam DB2. Ia yakin bahwa model relational adalah “way of the future” dan memutuskan untuk mengimplementasikan model relasional di produk Oracle. Sebelumnya produk database Oracle memakai model nonrelasional. Oracle menjadi pesaing kuat bagi IBM dalam pasar database server di mainframe, terutama database bermodel relasional.

Sekitar pertengahan tahun 1980an, Larry mendiversifikasi produk Oracle (versi 6.x) keluar mainframe, yakni ke sistem operasi Unix. Selanjutnya tahun 1996 Oracle Corp mendiversifikasi Oracle (versi 7.x) ke sistem operasi Novell Netware, Windows NT, dan Linux (versi 8.x, tahun 1997). Mulai pertengahan tahun 1990an Oracle Corp mulai membuat juga produk-produk nondatabase-server seperti application server (WebDB, OAS), development tools (Oracle Developer, Oracle Designer), dan application suite (Oracle Apps).

Pengertian Oracle

Oracle adalah relational database management system (RDBMS) untuk mengelola informasi secara terbuka, komprehensif dan terintegrasi. Oracle Server menyediakan solusi yang efisien dan efektif karena kemampuannya dalam hal sebagai berikut:
• Dapat bekerja di lingkungan client/server (pemrosesan tersebar)

  • Menangani manajemen space dan basis data yang besar
  • Mendukung akses data secara simultan
  • Performansi pemrosesan transaksi yang tinggi
  • Menjamin ketersediaan yang terkontrol
  • Lingkungan yang terreplikasi

Database merupakan salah satu komponen dalam teknologi informasi yang mutlak diperlukan oleh semua organisasi yang ingin mempunyai suatu sistem informasi yang terpadu untuk menunjang kegiatan organisasi demi mencapai tujuannya. Karena pentingnya peran database dalam sistem informasi, tidaklah mengherankan bahwa terdapat banyak pilihan software Database Management System (DBMS) dari berbagai vendor baik yang gratis maupun yang komersial. Beberapa contoh DBMS yang populer adalah MySQL, MS SQL Server, Oracle, IBM DB/2, dan PostgreSQL.

Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, namun banyak orang memiliki kesan yang negatif terhadap Oracle. Keluhan-keluhan yang mereka lontarkan mengenai Oracle antara lain adalah terlalu sulit untuk digunakan, terlalu lambat, terlalu mahal, dan bahkan Oracle dijuluki dengan istilah “ora kelar-kelar” yang berarti “tidak selesai-selesai” dalam bahasa Jawa. Jika dibandingkan dengan MySQL yang bersifat gratis, maka Oracle lebih terlihat tidak kompetitif karena berjalan lebih lambat daripada MySQL meskipun harganya sangat mahal.
Namun yang mereka tidak perhitungkan adalah bahwa Oracle merupakan DBMS yang dirancang khusus untuk organisasi berukuran besar, bukan untuk ukuran kecil dan menengah. Kebutuhan organisasi berukuran besar tidaklah sama dengan organisasi yang kecil atau menengah yang tidak akan berkembang menjadi besar. Organisasi yang berukuran besar membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas agar dapat memenuhi tuntutan akan data dan informasi yang bervolume besar dan terus menerus bertambah besar.
Kelebihan Dan Kekurangan Oracle

Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kebutuhan dan kondisi khusus yang dapat berubah-ubah. Sebagai contoh, organisasi yang besar membutuhkan server yang terdistribusi dan memiliki redundancy sehingga pelayanan bisa diberikan secara cepat dan tidak terganggu jika ada server yang mati. Organisasi tersebut juga mempunyai berbagai macam aplikasi yang dibuat dengan beragam bahasa pemrograman dan berjalan di berbagai platform yang berbeda. Oracle memiliki banyak sekali fitur yang dapat memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi besar tersebut. Berbagai fitur tersebut membuat Oracle menjadi DBMS yang rumit dan sulit untuk dipelajari, namun itu adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam sistem informasi di organisasi yang berukuran besar.

Skalabilitas mengacu pada kemampuan untuk terus berkembang dengan penambahan sumber daya. Organisasi yang besar harus mampu melakukan transaksi data dalam volume yang besar dan akan terus bertambah besar. Jika dijalankan hanya pada satu server saja, MySQL memang bisa berjalan lebih cepat daripada Oracle. Namun jika satu server sudah tidak bisa lagi menangani beban yang terus bertambah besar, kinerja MySQL mengalami stagnasi karena keterbatasan server tersebut. Namun Oracle mendukung fitur Grid yang dapat mendayagunakan lebih dari satu server serta data storage dengan mudah dan transparan. Hanya dengan menambahkan server atau data storage ke dalam Oracle Grid, maka kinerja dan kapasitas Oracle dapat terus berkembang untuk mengikuti beban kerja yang terus meningkat.
Demikianlah salah satu (atau dua) keunggulan dari Oracle. Tidaklah mengherankan bahwa meskipun Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal di dunia, perusahaan-perusahaan besar memilih Oracle dan tidak menggunakan DBMS seperti MySQL yang gratis karena mereka membutuhkan fleksibilitas dan skalabilitas dalam sistem informasi yang mereka gunakan.

3. FIREBIRH

Sejarah Firebird

Firebird adalah salah satu aplikasi RDBMS (Relational Database Management System) yang bersifat open source. Awalnya adalah perusahaan Borland yang sekitar tahun 2000 mengeluarkan versi beta dari aplikasi database-nya InterBase 6.0 dengan sifat open source. Namun entah kenapa tiba-tiba Borland tidak lagi mengeluarkan versi InterBase secara open source, justru kembali ke pola komersial software. Tapi pada saat yang bersamaan programmer-progammer yang tertarik dengan source code InterBase 6.0 tersebut lalu membuat suatu team untuk mengembangkan source code database ini dan kemudian akhirnya diberinama Firebird.

Pengembangan codebase Firebird 2 dimulai pada awal pengembangan Firebird 1, dengan memporting kode Firebird 1 berbasis C ke dalam bahasa C++ dan merupakan pembersihan kode secara besar-besaran. Firebird 1.5 merupakan rilis pertama dari codebase Firebird 2. Pengembangan ini merupakan satu kemajuan signifikan bagi para developer dan seluruh tim dalam project Firebird, namun tentu ini bukan akhir dari tujuan. Dengan dirilisnya Firebird 1.5, pengembangan lebih lanjut difokuskan pada Firebird versi 2.

Pada bulan April 2003, Yayasan Mozilla memutuskan mengganti nama web browser mereka dari ”Phoenix” menjadi ”Firebird”. Keputusan ini ditanggapi dengan serius oleh proyek Firebird Database dengan asumsi bahwa hal tersebut bisa membingungkan user karena dua produk berbeda menggunakan nama yang identik. Protes atas hal ini berlanjut hingga para pengembang Mozilla membuat satu pernyataan yang jelas bahwa nama Firebird dalam kenyataannya adalah ”Mozilla Firebird”. Pernyataan ini juga membuat memperjelas bahwa nama Mozilla Firebird merupakan sebuah ”codename” atas proyek web browser yang tengah dikerjakan oleh Mozilla. Pada tanggal 9 Februari 2004, Mozilla akhirnya mengganti kembali nama browser mereka sebagai Mozilla Firefox, Dengan demikian hal tersebut secara otomatis menghilangkan kebingungan para pengguna.

Firebird dan Interbase. Firebird (juga disebut FirebirdSQL) adalah sistem manajemen basisdata relasional yang menawarkan fitur-fitur yang terdapat dalam standar ANSI SQL-99 dan SQL-2003. RDBMS ini berjalan baik di Linux, Windows, maupun pada sejumlah platform Unix. Firebird ini diarahkan dan di-maintain oleh FirebirdSQL Foundation. Ia merupakan turunan dari Interbase versi open source milik Borland. Karena itulah Interbase dan Firebird sebenarnya mempunyai CORE yang sama karena awalnya sama” dikembangkan oleh Borland.

Namun dalam perkembangannya, Interbase yang komersial di-bundle oleh Borland menjadi Phoenix, sedangkan Firebird adalah interbase yang dikembangkan oleh komunitas Open Source, sehingga menjadikannya sebagai produk Database Server

yang FREE. Kalau dikaitkan dengan support, tentunya jelas beda karena produk komersial dan free. Dalam konsep teknik programmingnya, ada banyak yang sama, namun pengayaan Firebird lebih banyak dan menjadikannya lebih luwes, terutama dalam koneksi client-server (port) dan integritasnya. Modul-modul kode baru ditambahkan pada Firebird dan berlisensi di bawah Initial Developer’s Public License (IDPL), sementara modul-modul aslinya dirilis oleh Inprise berlisensi di bawah InterBase Public License 1.0. Kedua lisensi tersebut merupakan versi modifikasi dari Mozilla Public License 1.1.

Pengguna Firebird

Open source DBMS ini dimotori oleh para developer Interbase 6.x open-source. Jika pernah menggunakan produk-produk RDBMS, seperti Ms-SQL Server, Oracle, DB2, Informix, dan lain-lain, kita tidak akan kesulitan dalam mengenal Firebird. Mengapa Firebird? banyak orang menggunakan produk RDBMS yang sudah populer, dan harganya pun sangat mahal, sehingga banyak yang ingin belajar harus mencari versi ‘bajakan’ dari produk tersebut untuk bisa belajar. Alasannya sederhana, ingin belajar RDBMS berkelas enterprise tetapi tidak usah membayar.

Kalangan-kalangan seperti inilah yang seringkali memanfaatkan Firebird. Produk ini gratis dan berkelas enterprise. Selain itu Firebird juga digunakan para pelaku bisnis, mereka ingin solusi sistem informasi berskala besar (enterprise), namun mereka juga ingin menghindari harga yang sangat mahal dan biaya maintenance yang juga sangat mahal. Produk ini mampu bersaing dengan produk-produk berkelas seperti Ms-SQL Server atau Oracle sekalipun, dalam segala hal fitur, kecepatan, performa, apapun anda menamakannya, Firebird benar-benar bisa dibandingkan,dan yang lebih penting Firebird is totally Free.

Kalau memang Firebird Hebat, berkelas, dan gratis, mengapa Firebird kurang populer saat ini? jawabannya sederhana, Firebird mempunyai developer yang tangguh, support yang tangguh, tetapi Firebird tidak mempunyai marketing yang tangguh.

Kemampuan dan Kelebihan Firebird

Kita bisa melihat berbagai macam aktivitas dan kemampuan Firebird pada situs officialnya yang beralamat di www.firebirdsql.org. Banyak sekali fasilitas menarik yang ditawarkan oleh Firebird (ini bisa dibandingkan dengan fasilitas yang ditawarkan oleh MySQL). Firebird memiliki rata-rata fasilitas yang dimiliki oleh sebuah komersial database misalnya seperti stored procedure, trigger, sistem backup, replikasi dan tools sql yang lengkap. Firebird juga support dengan ANSI SQL yang berarti akan semakin memudahkan Anda dalam proses migrasi antar database platform.

Beberapa kemampuan dari open source DBMS ini antara lain: (1) Firebird support dengan transaksi layaknya pada database komersial lainnya. Sebuah transaksi bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah. Bahkan Firebird support dengan savepoint pada suatu transaksi dan kita bisa melakukan rollback kembali ke savepoint yang kita tentukan tadi (ini mirip seperti fasilitas pada Oracle).(2) Firebird menggunakan sintaks standard untuk menciptakan suatu foreign key.(3) Firebird support row level locks, secara default Firebird menggunakan apa yang disebut dengan multi-version

concurrency system. Ini artinya bahwa semua session pada database akan melihat data yang lama sampai data yang baru sudah di-commit ke dalam database. Sebagai alternative untuk locking juga bisa digunakan perintah select… for update with lock.(4) Firebird support stored procedure dan triggers dengan bahasa yang standard sehingga tidak akan membingungkan bagi Anda yang ingin belajar. Triggers pada Firebird mirip seperti yang dijumpai dalam Oracle yaitu menggunakan before atau after insert, update atau delete. Ini berbeda dengan sistem trigger pada Sybase atau MS SQL Server yang menggunakan tabel virtual inserted dan deleted.(5) Firebird bisa melakukan replikasi, solusi untuk replikasi kebanyakan dibuat oleh pihak ketiga, tetapi sebenarnya teknik replikasi ini seperti konsep trigger yang selalu memonitor adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database. (6) Firebird support dengan multiple data file, ya, Firebird bisa menggunakan lebih dari satu file sebagai single logic database. Ini sangat berguna bagi para DBA (Database Administrator) untuk mengadministrasi database. (7) Software untuk mengadministrasi mudah didapat karena banyak sekali software untuk mengadministrasi database Firebird, misalnya saja EMS IB Manager, IBConsole, isql, FBManager, Marathon dan banyak lagi yang lainnya. Aplikasi tersebut ada yang komersial atau bahkan ada yang open source. (8) Library connection untuk Firebird yang sudah tersedia ada banyak, ada driver untuk ODBC, JDBC bahkan .NET database provider. Bahkan dari PHP juga sudah disediakan library untuk koneksi ke database Firebird ini. (9) Banyaknya fasilitas support dan maintenance karena banyaknya komunitas Firebird. Di Indonesia sendiri komunitas yang sering menggunakan Firebird biasanya adalah programmer Delphi. Kalau di luar negeri sudah sangat banyak sekali komunitasnya, mulai dari komunitas developer, Firebird architect, Firebird test dan lain sebagainya. Anda bisa mencarinya di Yahoo! Groups www.yahoogroups.com) dengan kata kunci Firebird.

4. Microsoft SQL server 2000

Microsoft SQL Server 2000 adalah perangkat lunak relational database management system (RDBMS) yang didesain untuk melakukan proses manipulasi database berukuran besar dengan berbagai fasilitas. Microsoft SQL Server 2000 merupakan produk andalan Microsoft untuk database server. Kemampuannya dalam manajemen data dan kemudahan dalam pengoperasiannya membuat RDBMS ini menjadi pilihan para database administrator.

DBMS merupakan suatu system perangkat lunak untuk memungkinkan user (pengguna) untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database secara praktis dan efisien. Dengan DBMS, user akan lebih mudah mengontrol dan mamanipulasi data yang ada. Sedangkan RDBMS atau Relationship Database Management System merupakan salah satu jenis DBMS yang mendukung adanya relationship atau hubungan antar table. RDBMS (Relational Database Management System) adalah perangkat lunak untuk membuat dan mengelola database, sering juga disebut sebagai database engine. Istilah RDBMS, database server-software, dan database engine mengacu ke hal yang sama; sedangkan RDBMS bukanlah database. Beberapa contoh dari RDBMS diantaranya Oracle, Ms SQL Server, MySQL, DB2, Ms Access.

5. Visual Foxpro 6.0

Pada tahun 1984, Fox Software memperkenalkan FoxBase untuk menyaingi dBase II Ashton-Tate. Pada saat itu FoxBase hanyalah perangkat lunak kecil yang berisi bahasa pemrograman dan mesin pengolah data. FoxPro memperkenalkan GUI (Graphical Unit Interface) pada tahun 1989. FoxPro berkembang menjadi Visul FoxPro pada tahun 1995. kemampuan pemrogrman prosural tetap dipertahankan dan dilengkapi dengan pemrograman berorietasi objek. Visual FoxPro 6.0 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi dengan produk desktop dan client/server lain dan juga dapat membangun aplikasi yang berbasis Web. Dengan adanya Visual Studio, FoxPro menjadi anggotanya. Sasaran utama Visual Studio adalah menyediakan alat bantu pemrogrman dan database untuk mengembangka perangkat lunak yang memenuhi tuntutan zaman.

Model data yang digunakan Visual FoxPro yaitu model relasional. Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah di pahami oleh pengguna, serta merupakan paling popular saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan table berdimensi dua (yang disebut relasi atau table), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut. Relasi dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menghilangkan kemubajiran data dan mengunakan kunci tamu untuk berhubungan dengan relasi lain.

6. Database Desktop Paradox

Database desktop merupakan suatu program “Add-Ins”, yaitu program terpisah yang langsung terdapat pada Borland Delphi. Pada database desktop terdapat beberapa DBMS yang terintegrasi di dalamnya antara lain Paradox 7, Paradox 4, Visual dBase, Foxpro, Ms. SQL, Oracle, Ms. Acces, db2 dan interbase. Dari beberapa DBMS tersebut kita akan memilih salah satu yaitu Paradox yang akan dibahas lebih lanjut, khususnya Paradox 7. Dalam Paradox 7 ini, pada 1 file database hanya mengizinkan 1 tabel, berbeda dengan DBMS lain yang mengizinkan beberapa tabel pada 1 file database seperti pada Ms. Acces.

Struktur field pada Paradox 7 :

1. Field Name

Field Name merupakan nama pengenal kolom pada suatu tabel. Terdapat beberapa aturan dalam penulisan field name antara lain :

  • Panjang maksimum 25 karakter
  • Tidak boleh diawai dengan spasi tapi boleh mengandung spasi
  • Unik, artinya tidak ada nama kolom yang sama
  • Tidak boleh menggunakan tanda koma (,), tanda pipe (|), dan tanda seru (!)

• Hindari kata-kata yang merupakan perintah SQL
2. Type

Digunakan untuk menetukan tipe data yang dapat ditampung dalam field. Macam-macam tipe data yang sering dipakai dalam Paradox adalah sebagai berikut :

3. Size
Merupakan ukuran dari panjang data yang diizinkan untuk suatu field.

4. Key

Dapat berupa primary key sebagai key yang membedakan untuk setiap baris kolom. Syarat untuk primary key adalah unik, artinya tidaka boleh ada data yang memiliki primary key yang sama.

SIKLUS PENDAPATAn

Posted in mata kuliah on 28 Oktober 2009 by s3mrp

Fungsi – fungsi yang terkait dalam penjualan kredit :
1. Fungsi penjualan
- menerima surat order dari customer
- mengedit order dari custoer untuk menambah informasi yang belum ada pd surat order
- menerima otorisasi kredit
- menentukan tanggal pengiriman dan dari gudang mana barang akan dikirim
- mengisi surat order pengiriman
2. Fungsi Kredit
- meneliti status kredit customer
- memberikan otorisasi pemberian kredit kepada customer
3. Fungsi Gudang
- menyimpan barang
- menyiapkan barang yang dipesan oleh customer
4. Fungsi Pengiriman
- menyerahkan barang atas dasar surat order pengiriman yang diterimanya dari fungsi penjualan
- mengirimkan kembali barang yang telah dibeli perusahaan kepada pemasok dalam transaksi return pembelian
5. Fungsi Penagihan
- membuat dan mengirimkan faktur penjualan kepada customer
- menyediakan copy faktur bagi kepentingan pencatatan transaksi penjuaan oleh fungsi pencatatan piutang, fungsi akuntansi biaya, fungsi akuntansi umum.
6. Fungsi Pencatatan piutang
- mencatat piutang yang timbil dari transaksi penjualan kredit
- memcatat berkurangnya piutang karena transaksi return penjualan, penerimaan kas dari piutang, penghapusan piutang yang tidak tertagih
- membuat serta mengirimkan pernyataan piutang kepada para debitur.
7. Fungsi Akuntansi Biaya
- mencatat kos produk jadi yang dijual dlm buku pembantu sediaan
- mencatat kos produk jadi yang dikelmbalikan oleh customer dlm transaksi return pembelian
8. Fungsi akuntansi umum
- mencatat transaksi penjualan kredit dan penjualan tunai dalam jurnal penjualan dan transaksi retur penjualan, pencadangan kerugian piutang, dan penghapusan piutang dalam jurnal umum

9. Fungsi Penerimaan barang
- menerima barang (dari pembelian atau return penjualan)

Dokumen yang digunakan dlm transaksi penjualan kredit :
1. Dokumen sumber yaitu faktur penjualan
Faktur penjualan adalah dokumen yang dipakai sebgai dasar untuk mencatat timbulnya piutang.
Tembusan faktur penjualan :
- Faktur Penjualan : yg dikirim ke customer
- Tembusan Piutang : yg dikirim ke fungsi pencatat piutang sebagai dsar utk mencatat piutang dalam buku pembantu piutang
- Tenbusan Jurnal Penjualan : yg dikirim ke fungsi akuntansi umum sbg dasar utk mencatat transaksi penjualan kedlm jurnal
- Tembusan Analisis : yg dikirim ke fungsi akuntansi biaya sbg dasar utk emnghitung kos produk yg dijual yg dicatat dlm buku pembantu sediaan utk analisis penjualan, dan utk perhitungan komisi wiraniaga
- Tembusan Wiraniaga : yg dikirim ke wiraniaga utk memberitahu bahwa order dari customer yg lewat ditangannya telah dipenuhi shg memungkinkan menghitung komisi penjualan yg mjd haknya.

2. Dokumen pendukung, terdiri dari surat order pengiriman dan surat muat :
Surat order pengiriman merupakan dokumen penting untuk memproses penjualan kredit kepada customer.
Berbagai tembusan surat order pengirman :
- Surat Order Pengiriman : sbg lembar pertama utk memberikan otorisasi kepada fungsi pengiriman utk mengirimkan jenis barang dgn jml dan spesifikasi seperti yg tertera diatas dok tsb.
- Tembusan Kredit : utk memperoleh status kredit customer dan utk mendapatkan otorisasi penjualan kredit dari fungsi pemberi otorisasi kredit.
- Surat pengakuan : dikirim ke customer utk memberitahu bahwa ordernya telah diterima dan dlm proses pengiriman
- Surat muat : sbg bukti penyerahan barang dari perusahaan kpd perusahaan angkutan umum
- Slip pembungkus : ditempel pd pembungkus brg utk memudahkan fungsi penerimaan customer mengidentifikasi barang-barang yg diterima.
- Tembusan Gudang : dikirim ke fungsi gudang utk menyiapkan jenis barang dgn jumlah spt yg tercantum didlmnya, agar menyerahkan brg tsb ke f.ungsi pengiriman,dan utk mencatat barang yg dijual dlm kartu gudang.

Catatan akuntansi dlm transaksi penjualan kredit :
1. Jurnal penjualan : untuk mencatat transaksi penjualan kredit berdasarkan dokumen sumber faktur penjualan
2. Jurnal Umum : utk mencatat kos produk yg dijual berdasarkan dokumen bukti memorial
3. Buku Pembantu piutang : utk mencatat bertambahnya piutang kepada debitur tertentu berdsarkan dokumen sumber faktur penjualan
4. Buku pembantu sediaan : utk mencatat kos produk jadi tertentu yg dijual berdasarkan dokumen sumber faktur penjualan
5. Buku besar : piutang usaha, pendapatan penjualan, kos produk yg dijual, sediaan produk jadi

Aktivitas Pengendalian dalam sistem informasi akuntansi penjualan kredit :
1. Penggunaan surat order penjualan yang diotorisasi untuk setiap penjualan
2.
3. Fungsi pemberi otorisasi kredit mengecek semua customer baru
4. Penentuan bahwa customer berada dalam daftar cusmoter yang telah disetujui
5. Pengecekan batas kredit sebelum penjualan kredit dilaksanakan
6. Barang dikeluarkan dari gudang hanya atas dasar surat order pengiriman yang telah diotorisasi
7. pengecekan barang yang dikirim dengan surat order pengiriman
8. pemisahan fungsi pengiriman barang dari fungsi penjualan
9. pembuatan dokumen pengiriman untuk setiap pengiriman barang
10. setiap faktur penjualan harus dilampiri dengan surat order pengiriman yang telah diotorisasi dan dokumen pengiriman
11. pencocokan faktur penjualan dengan dokumen pengiriman
12. pertanggung jawaban secara periodik dokumen pengiriman
13. pengecekan independen terhadap pemberian harga dalam faktur penjualan
14. setiap pencatatan harus dilandasi dokumen sumber faktur penjualan dan dokumen pendukung yang lengkap
15. pengecekan secara independen posting ke dlm buku pembantu piutang dengan akun kontrol piutang dlm buku besar.
16. pertanggungjawaban semua faktur penjualan secara periodik
17. panduan akun dan review terhadap pemberian kode akun
18. pengiriman pernyataan piutang bulanan kepada debitur

Program Audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi penjualan kredit :
1. Lakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan penjualan, pengiriman barang, penagihan dan pengiriman pernyataan piutang
2. Ambil sampel transaksi penjualan dari jurnal penjualan dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung
3. Periksa bukti digunakan formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut.
4. Ambil sampel surat order pengiriman yang disetujui dan lakukan pengusutan ke dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan.
5. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnal.

SIKLUS PENGELUARAN
PENGUJIAN PENGENDALIAN
(TRANSAKSI PEMBELIAN)

Fungsi yang terkait pada transaksi pembelian :
1. Fungsi Gudang
- Mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi sediaan yang ada digudang
- menimpan barang yg telah diterima oleh fungsi penerimaan
2. Fungsi Pembelian
- memperoleh informasi mengenai harga barang
- menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang
- mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih
3. Fungsi penerimaan barang
- Melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yg diterima dari pemasok
- Menerima barang dari pembeli yang berasal dari transaksi return
4. Fungsi Pencatatan Utang
- Mencatat transaksi pembelian ke dalam register bukti kas keluar
- Menyelenggarakan arsip dokumen sumber(bukti kas keluar)
- Menyelenggarakan buku pembantu utang sebagai buku pembantu uang
5. Fungsi Akuntansi Biaya
- Mencatat sediaan dan aktiva tetap

Catatan akuntansi untuk mencatat transaksi pembelian :
1. Register bukti kas keluar adalah jurnal yg digunakan utk mencatat transaksi pembelian jika perusahaan menggunakan voucher payable procedure
2. Jurnal Pembelian = utk mencatat transaksi pembelian jika perusahaan menggunakan account payable procedure
3. Buku Pembantu utang = utk mencatat utang kepada pemasok
4. Buku Pembantu sediaan = mencatat kos sediaan yang dibeli

Aktifitas pengendalian yang dapat mencegah dan mendeteksi salah saji :
1. Otorisasi umum dan khusus untuk setiap pembelian
2. Setiap surat order pembelian harus didasarkan pada surat permintaan pembelian yang telah diotorisasi
3. Setiap penerimaan barang harus didasarkan pada surat order pembelian yang telah diotorisasi
4. Fungsi penerimaan barang menghitung, menginspeksi dan membandingkan barang yang diterima dengan data barang yang tercantum dalam surat order pembelian
5. Penyerahan barang dari fungsi penerimaan barang ke fungsi gudang harus didokumentasikan
6. Bukti kas keluar harus dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap dan sah.
7. Setiap pencatatan ke register bukti kas keluar harus didukung dengan bukti kas keluar yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap
8. Pengecekan secara independen posting ke dalam buku pembantu utang usaha, sediaan, aktiva tetap, dengan akun kontrol yang bersangkutan dalam buku besar
9. pertanggungjawaban secara periodik semua formulir bernomor urut tercetak
10. panduan akun dan review terhadap pemberian kode akun
11. review kinerja secara periodik

Program Audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi Pembelian :
1. Lakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan atas permintaan pembelian, order pembelian, penerimaan barang, pembuatan bukti kas keluar.
2. Ambil sampel transaksi pembelian dari register bukti kas keluar dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung
3. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut.
4. Ambil sample bukti kas keluar yang disetujui dan lakukan pengusutan ke dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan
5. Periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnal.

SIKLUS PENGELUARAN
PENGUJIAN PENGENDALIAN
(TRANSAKSI PENGELUARAN KAS)

Fungsi yang terkait pada transaksi PENGELUARAN KAS :

1. Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas

2. Fungsi pencatat utang
- membuat bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada fungsi keuangan dalam mengeluarkan cek sebesar yang tercantum dalam dokumen tersebut.
- Melakukan verifikasi kelengkapan dan validasi dokumen pendukung yang dipakai sebagai dasar pembuatan bukti kas keluar
- Menyelenggarakan arsip bukti keluar yang belum dibayar yg berfungsi sebagai buku pembantu uang
3. Fungsi Keuangan
- Mengisi cek
- Memintakan otorisasi atas cek
- Mengirimkan cek kepada kreditur via pos
- Membayar langsung kepada kreditur

4. Fungsi akuntansi biaya
- mencatat pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan sedian

5. Fungsi akuntansi umum.
- pencatatan transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek

6. Fungsi audit intern
- melakukan penghitungan kas secara periodik
- mencocokan hasil penghitungannya dengan saldo kas menurut catatan akuntansi
- melakukan pemeriksaan secara mendadak
- membuat rekonsiliasi bank secara periodik

Dokumen Transaksi Pengeluaran kas
Bukti kas keluar : - Permintaan cek
- Kuitansi
- Cek

Catatan akuntansi
1. register cek : utk mencatat pengeluaran kas dengan cek
2. Buku besar : utk mencatata transaksi pengeluaran kas utang usaha dan kas

Aktifitas pengendalian yang dapat mencegah dan mendeteksi salah saji pengeluaran kas :
1. Penandatanganan cek harus me review bukti kas keluar dan dokumen pendukungnya
2. pembubuhancap lunas terhadap bukti kas keluar yang telah dibayar beserta dokumen pendukungnya
3. pengecekan secara independen antara cek dgn bukti kas keluar
4. pertanggungjawaban seua nomor urut cek
5. pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi
6. rekonsiliasi bank secara periodik oleh pihak ketiga yang independen
7. pengecekan secara independen terhadap tanggal yang tercantum dalam bonggol cek dan tanggal pencatatannya.

Program Audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi Pengeluaran kas :
1. lakukan pengamatan terhadap prosedur pembuatan dan pencatatan cek ke dalam register cek
2. ambil sampel transaksi pengeluaran kas dari register cek dan lakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung
3. periksa bukti bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut
4. ambil sampel bukti kas keluar yang telah dibayar dan lakukan pengusutan ke dokumen dan catatan akuntansi yang bersangkutan.
5. periksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnal.

SIKLUS PENGELUARAN
PENGUJIAN SUBSTANTIF
(TRANSAKSI HUTANG DAGANG)

Prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia dlm penyajian utang lancar di neraca :
1. setiap jenis utang lancar harus disajikan secara terpisah, jika jumlahnya material
2. utang kepada perusahaan afiliasi, pemegang saham, dan karyawan perusahaan harus dipisahkan dari utang kepada pihak ketiga yang independen
3. aktiva yang dijaminkan dalam penarikan utang lancar harus diungkapkan dalam laporan keuangan
4. aktiva dan utang tidak boleh digabungkan penyajiannya dalam jumlah neto
5. utang bersyarat harus dijelaskan dalam neraca

Tujuan audit thd utang usaha :
1. memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan utang usaha
Auditor melakukan rekonsiliasi antara saldo utang usaha yang dicantumkan dalam neraca dengan akun utang usaha dalam buku besar dan selanjutnya ke register bukti kas keluar dan register cek.
2. membuktikan asersi keberadaan dan keterjadian utang usaha yang dicantumkan dineraca.
Auditor melakukan berbagai pengujian substantif :
- pengujian analitik
- pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
- pemeriksaan pisah batas transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
- konfirmasi piutang usaha
- rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima oleh klien dari krediturnya.
3. membuktikan asersi kelengkapan utang usaha yang dicantumkan di neraca mencakup semua kewajiban klien kepada kreditur pada tanggal neraca dan mencakup semua transaksi yang berkaitan dengan utang usaha dalam tahun yg diaudit, auditor melakukan pengujian substantif :
a. pengujian analitik
b. pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
c. pemeriksaan pisah batas transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
d. konfirmasi utang usaha
e. rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima oleh klien dari krediturnya.
4. membuktikan asersi kewajiban klien atas utang usaha yang dicantumkan dineraca
Auditor melakukan pengujian subsatntif :
- pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan utang usaha
- konfirmasi utang usaha
- rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima oleh klien dari krediturnya.
5. membuktikan kewajaran penyajian dan pengungkapan utang usaha di neraca (untuk membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan utang usaha dineraca) auditor melakukan :
a. konfirmasi utang usaha
b. rekonsiliasi utang yang tidak dikonfirmasi ke pernyataan piutang yang diterima oleh klien dari krediturnya.
c. Pembandingan penyajian utang usaha dineraca dengan prinsip akuntansi berterima umum yang diaudit dengan prinsip akuntansi berterima umum.

SIKLUS PENGELUARAN
PENGUJIAN SUBSTANTIF
(TRANSAKSI AKTIVA TETAP)

Aktiva tetap : adlh kekayaan perusahaan yg memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun dan diperoleh utj melaksanakan keg perush, bkn utk dijual .

Terdiri dari :
1. tanah dan perbaikan tanah
2. gedung dan perbaikan gedung
3. mesin dan equipmen pabrik
4. mebel
5. kendaraan

jurnal – jurnal transaksi yg menyangkut perubahan aktiva tetap dan akun depresiasi akumulasian yg bersangkutan adl :
1. transaksi pemerolehan aktiva tetap
2. transaksi pengeluaran modal
3. transaksi depresiasi aktiva tetap
4. transaksi penghentian pemakaian aktiva tetap
5. transaksi reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap

Perbedaan karakteristik aktiva tetap dan aktiva lancar :
1. Akun aktiva tetap mempunyai saldo yang besar didlm neraca, transaksi perubahannya relatif sangat sedikit namun umumnya menyangkut jumlah rupiah yg besar.
2. Kesalahan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap mepunyai pengaruh kecil terhadap perhitungan rugi laba, sedangkan kesalahan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva lancar berpengaruh langsung thd pergitungan rugi laba thn yang diaudit.
3. aktiva tetap disajikan dineraca pada kosnya dikurangi dengan depresiasi akumulasian, sdngkan aktiva lancar disajikan dineraca pada nilai bersih yg dpt direalisasikan pd tanggal neraca.

Yang membedakan pengujian substantif aktiva tetap dan aktiva lainnya :
1. Frekuensi transaksi yg menyangkut aktiva tetap relatif sedikit, maka jumlah waktu yg dikonsumsi utk pengujian substantif thd aktiva tetap relatif lebih sedikit dibanding dgn waktu pengujian aktiva lancar.
2. Ketepatan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva tetap sedikit pengaruhnya thd perhitungan rugi-laba.pada aktiva lancar auditor memusatkan perhatiannya terhadap ketepatan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva lancar, karena kesalahan atau ketidaktelitian penentuan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktv lancar berdampak langsung thd perhitunagn rugi laba th yg diaudit.
3. Pengujuan sub thd akt tetap dititikberatkan pd verifikasi mutasi aktv tetap yg terjadi dlm th yg diaudit.verifikasi saldo aktiva tetap pd tgl neraca tdk diperhatikan, krn akt tetap disajikan pd kosnya. Peng sb pd akt lancar dititikberatkan pd saldo aktiva lancar tsb pd tgl neraca, krn akt lancar hrs disajikan dineraca sebesar nilai bersih yg dpt direalisasikan pd tgl tsb.

Prinsip akuntansi berterima umum aktiva tetap :
1. dasar penilaian aktiva tetap dicantumkan didlm neraca
2. aktiva tetap yg digadaikan harus dijelaskan
3. jumlah depresiasi akumulasian dan biaya depresiasi untuk tahun kini harus ditunjujjan didlm laporan keuangan
4. metode yg digunakan dlm penghitungan depresiasi golongan besar aktiva tetap hrs diungkapkan didlm laporan keuangan.
5. aktiva tetap hrs dipecah ke dlm golongan yg terpisah jika jumlahnya material
6. aktiva tetap yg telah habis didepresiasi namun masih digunakan utk beroperasi, jika jumlahnya material harus dijelaskan.

Tujuan pengujian substantif thdp saldo aktiva tetap :
1. memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yg bersangkutan dgn aktiva tetap.
? Yang dilakukan auditor adalah melakukan rekonsiliasi antara saldo aktiva tetap yg dicantumkan di dlm neraca dgn akun aktiva tetap yg bersangkutan didlm buku besar dan selanjutnya ke jurnal pengeluaran kas, jurnal umum, dan buku pembantu aktiva tetap.

2. membuktikan asersi keberadaan aktiva tetap dan asersi keterjadian transaksi yang berkaitan dgn aktiva tetap dicantumkan dineraca.
? Auditor melakukan pengujian substantif :
1. pengujian analitik
2. pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap
3. inspeksi terhadap aktiva tetap
4. pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
5. review thd pembentukan depresiasi akumulasian
3. Membuktikan asersi kelengkapan aktiva tetap yg dicantumkan dineraca
? Sama dengan no . 2
4. membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas aktiva tetap yang dicantumkan dineraca :
? Auditor melakukan pengujian substantif :
1. pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap
2. inspeksi terhadap aktiva tetap
3. pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
5. Membuktikan asersi penilaian aktiva tetap yang dicantumkan di neraca.
Untuk membuktikan kewajaran penentuan jumlah akun depresiasi akumulasian aktiva tetap yang dicantumkan dineraca, auditor melakukan :
1. Prosedur audit awal
2. pengujian analitik
3. pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap
4. inspeksi terhadap aktiva tetap
5. pemeriksaan terhadap dokumen hak milik dan kontrak
6. review thd pembentukan depresiasi akumulasian
6. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan aktiva tetap dineraca :
Yang dilakukan auditor adalah membandingkan penyajian dan pengungkapan aktiva tetap dineraca yang diaudit dengan prinsip akuntansi berterima umum.

PROGRAM / PROSEDUR AUDIT SALDO AKTIVA TETAP

Prosedur audit awal (atas saldo akun aktiva tetap) :
1. Usut saldo aktiva tetap yang tercantum dineraca ke saldo akun aktiva tetap yg bersangkutan dibuku besar
2. Hitung kembali saldo akun aktiva tetap dan depresiasi akumulasian yang bersangkutan di buku besar
? dengan cara menambah saldo awal dgn jml pengkreditan dan menguranginya dengan jumlah pendebitan tiap-tiap akun tsb.
3. Usut saldo akun aktiva tetap dan depresiasi akumulasian yang bersangkutan ke kertas kerja tahun yang lalu.
? Karena mengetahui kertas kerja tahun lalu dapat dilihat informasi ttg berbagai koreksi yg diajukan oleh auditor dalam audit thn yang lalu, shg auditor dpt mengevaluasi tindak lanjut yg telah ditempuh oleh klien dlm menanggapi koreksi yg diajukan oleh auditor.
4. Lakukan review thd mutasi luar biasa dlm jml dan sumber posting dalam akun
5. Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun aktiva tetap depresiasi akumulasian yang bersangkutan ke jurnal yang bersangkutan
6. lakukan rekonsiliasi buku pembantu aktiva tetap dengan akun kontrol aktiva tetap dan depresiasi akumulasian yang bersangkutan di buku besar.

Prosedur Analitik
1. Hitung ratio :
a) Tigkat perputaran aktiva tetap
b) Ratio laba bersih dengan aktiva tetap
c) Ratio aktiva tetap dgn modal saham
d) Ratio biaya reparasi dan pemeliharaan dengan aktiva tetap
2. Lakukan analisis hasil prosedur analitik dengan harapan yg didasarkan pada data masa lalu, data industri, jumlah yang dianggarkan atau data lain
Fungsi dgn dilakukan perbandingan ratio – ratio tsb adalah utk mengungkapkan :
- peristiwa atau transaksi yg tidak biasa
- perubahan akuntansi
- perubahan usaha
- fluktuasi acak
- salah saji
Pengujian terhadap transaksi rinci
1. Periksa tambahan aktiva tetap ke dokumen yang mendukung transaksi pemerolehan aktiva tetap tersebut.
? Yang hrs dilakukan auditor :
a) memeriksa dokumen sumber dan dokumen pendukung pemerolehan
b) memverifikasi pemerolehan aktiva tetap dengan cara memeriksa otorisasi penambahan akt tetap dlm notulen rapat dewan direksi dan dewan komisaris, anggaran modal dan bukti kas keluar.
c) Melakukan pemeriksaan thd dokumen pendukung bukti kas keluar
d) Mengevaluasi kewajaran tarif bunga yg dipergitungkan dlm penentuan nilai tunai pembayaran sewa tsb.
2. Periksa berkurangnya aktiva tetap ke dokumen yang mendukung transaksi tersebut
? Yang hrs dilakukan auditor :
a) Mencari informasi menenai adanya tambahan aktiva tetap yang jumlahnya material di dlm tahun yg diaudit utk menentukan apakah aktiva tetap yg lama telah ditukarkan dan telah diganti dgn aktiva tetap yang baru.
b) Lakukan analisis thd akun pendapatan diluar usaha utk menemukan adanya penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap.
c) Jika dalam tahun yg diaudit tdpt penghentian produksi produk tertentu,selidikilah perlakuan thd aktiva tetap yg semula digunakan utk memproduksi produk tsb.
d) Periksa perintah kerja atau dokumen lain yg, menunjukkan adanya otorisasi penghentian pemakaian aktiva tetap.
e) Selidikilah adanya penurunan jumlah pertanggungan asuransi utk menentukan kemungkinan adanya penghentian pemakaian aktiva tetap.
3. Periksa ketepatan pisah batas transaksi aktiva tetap
? Yang hrs dilakukan auditor utk membuktikan apakah klien menggunakan pisah batas yg konsisten :
a) Memeriksa bukti kas keluar dan dokumen laporan penerimaan barang yg dibuat dan dicatat oleh klien dlm periode sebelum dan sesudah tanggal neraca.
b) Dengan membandingkan tanggal bukti kas keluar, tanggal laporan penerimaan barang dan tanggal pencatatan transaksi pemerolehan didlm register bukti kas keluar, auditor dpt membuktikan apakah transaksi bertambahnya aktiva tetap yg terjadi dlm periode sebelum dan sesudah tgl neraca, telah dicatat dlm periode akuntansi.
4. Lakukan review thd akun biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap

Pengujian thd saldo akun rinci :
1. Lakukan inspeksi thd tambahan aktiva tetap dalam tahun yang diaudit (biasanya diperoleh dari notulen rapat dewan direksi dan komisaris dan anggaran modal yg dibuat oleh klien
2. Periksa dokumen kontrak dan dokumen hak kepemilikan klien atas aktiva tetap
? Hal ini dilakukan krn kemungkinan klien menyewa aktiva tetap perusahaan lain
? Yang hrs dilakukan auditor :
a) Memeriksa dokumen yg mendukung pemerolehan dan penghentian pemakaian aktiva tetap
b) Memeriksa dokumen yg mendukung transaksi pembayaran sewa
c) Memeriksa polis asuransi aktiva tetap
d) Meminta informasi mengenai aktiva tetap yang dijaminkan dlm penarikan utang
e) Melakukan inspeksi thd perjanjian persewaan
3. Periksa dokumen yg mendukung pemerolehan dan penghentian pemakaian aktiva tetap
4. Periksa dokumen yg bersangkutan dengan biaya sewa
5. lakukan inspeksi thdp polis asuransi aktiva tetap
6. mintalah informasi mengenai aktiva tetap yg dijadikan jaminan dlm penarikan utang
7. lakukan inspeksi thd perjanjian leasing
8. lakukan review thd perhitungan depresiasi dan deplesi aktiva tetap
9. lakukan rekonsiliasi aktiva tetap ttn ke dlm buku pembantu aktiva tetap
10. hitung kembali jumlah rupiah yg dicatat didlm akun-akun yg terkait dlm transaksi penghentian pemakaian aktiva tetap

Verifikasi penyajian dan pengungkapan :
1. Periksa klasifikasi aktiva tetap didlm neraca
? Auditor melakukan pemeriksaan klasifikasi aktiva tetap didlm neraca berdasarkan prinsip akuntansi berteima uum dlm penyajian aktiva tetap dineraca.
2. periksa pengungkapan yg bersangkutan dgn aktiva tetap
? klien wajib mencantumkan pengungkapan yg memadai mengenai metode depresiasi atau deplesi yang dipakainya, aktiva tetap yg dijaminkan atau digadaikan dlm penarikan utang, dan aktiva tetap yg tlh habis didepresiasi namun masih digunakan dlm kegiatan perusahaan.

JAWABAN SOAL UTS 2006/2007
1. Tentang transaksi penjualan kredit
a. Fungsi dari faktur penjualan adalah sebagai dokumen yang dipakai sebgai dasar untuk mencatat timbulnya piutang.
b. Dokumen pendukung yang dijadikan lampiran faktur penjualan agar mjd dokumen yg handal :
1. surat order pengiriman, yang terdiri dari berbagai tembusan, yaitu :
- Surat Order Pengiriman : sbg lembar pertama utk memberikan otorisasi kepada fungsi pengiriman utk mengirimkan jenis barang dgn jml dan spesifikasi seperti yg tertera diatas dok tsb.
- Tembusan Kredit : utk memperoleh status kredit customer dan utk mendapatkan otorisasi penjualan kredit dari fungsi pemberi otorisasi kredit.
- Surat pengakuan : dikirim ke customer utk memberitahu bahwa ordernya telah diterima dan dlm proses pengiriman
- Surat muat : sbg bukti penyerahan barang dari perusahaan kpd perusahaan angkutan umum
- Slip pembungkus : ditempel pd pembungkus brg utk memudahkan fungsi penerimaan customer mengidentifikasi barang-barang yg diterima.
- Tembusan Gudang : dikirim ke fungsi gudang utk menyiapkan jenis barang dgn jumlah spt yg tercantum didlmnya, agar menyerahkan brg tsb ke f.ungsi pengiriman, dan utk mencatat barang yg dijual dlm kartu gudang.
2. Surat muat

c. Yang hrs dilakukan auditor dlm pengujian pengendalian thd transaksi penjualan kredit jika tdpt salah saji potensial bahwa penjualan dilakukan kpd customer yg tdk semestinya :
6. melakukan pengamatan terhadap prosedur, pelaksanaan kembali prosedur (utk mengetahui apakah customer berada dlm daftar customer yg telah disetujui)
7. memeriksa surat order penjualan (untuk mengetahui penggunaan surat order penjualan yang diotorisasi utk setiap penjualan)

2. Tentang transaksi pembelian
a. Hubungan antar fungsi yang terkait pada transaksi pembelian
Bagan ada di buku hal 121 : keterangan
1. F Gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian
2. F pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok
3. F pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan pemilihan pemasok
4. F pembelian membuat order pembelian kepada pemasok pilihan
5. F penerimaan memeriksa dan menerima barang yg dikirim oleh pemasok
6. F penerimaan menyerahkan brg yg diterima kepd F Gudang utk disimpan
7. F penerimaan melaporkan penerimaan barang kepada fungsi akuntansi
8. F akuntansi menerima faktur dari pemasok dan atas dasar faktur dari pemasok tersebut , f akuntansi memcatat kewajiban yg timbul dari transaksi pembelian.
b. Auditor harus memahami hubungan antar fungsi yang terkait tsb, karena :
Dengan memahami hubungan antar fungsi tersebut maka seorang auditor dapat menentukan kemungkinan terjadinya salah saji potensial dalam setiap tahap pelaksanaan transaksi, menentukan aktivitas pengendalian yg diperlukan utk mendeteksi dan mencegah salah saji dalam setiap tahap pelaksanaan transaksi pembelian, auditor dapat menentukan prosedur audit utk mendeteksi efektivitas dan aktivitas pengendalian, serta dapat menyusun program audit utk pengujian pengendalian thd transaksi pembelian.
c. Perseiaan barang dapat diajukan pada bagian :
Persediaan barang daoat diajukan oleh fungsi gudang ke fungsi pembelian

3. Tentang Utang Dagang
a. dlm audit utang dagang asersi yg paling penting bagi seorang auditor dlm mengaudit utang dagang adalah asersi kelengkapan utang usaha yang dicantumkan dineraca karena tujuan utama pengujian substantif utang usaha adalah untuk membuktikan bahwa saldo akun utang usaha yang dicantumkan dalam neraca mencerminkan saldo akun utang usaha yg sesungguhnya pada tanggal neraca tersebut.
b. Setujukah anda bahwa tanggung jawab auditor utk mengkonfirmasi utang dagang sama dgn tanggung jawab auditor mengkonfirmasi Piutang Dagang ?

4. Tentang aktiva tetap
a. Perbedaan karakteristik aktiva tetap dan aktiva lancar :
4. Akun aktiva tetap mempunyai saldo yang besar didlm neraca, transaksi perubahannya relatif sangat sedikit namun umumnya menyangkut jumlah rupiah yg besar.
5. Kesalahan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap mepunyai pengaruh kecil terhadap perhitungan rugi laba, sedangkan kesalahan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva lancar berpengaruh langsung thd pergitungan rugi laba thn yang diaudit.
6. aktiva tetap disajikan dineraca pada kosnya dikurangi dengan depresiasi akumulasian, sdngkan aktiva lancar disajikan dineraca pada nilai bersih yg dpt direalisasikan pd tanggal neraca.

Yang membedakan pengujian substantif aktiva tetap dan aktiva lainnya :
4. Frekuensi transaksi yg menyangkut aktiva tetap relatif sedikit, maka jumlah waktu yg dikonsumsi utk pengujian substantif thd aktiva tetap relatif lebih sedikit dibanding dgn waktu pengujian aktiva lancar.
5. Ketepatan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva tetap sedikit pengaruhnya thd perhitungan rugi-laba.pada aktiva lancar auditor memusatkan perhatiannya terhadap ketepatan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktiva lancar, karena kesalahan atau ketidaktelitian penentuan pisah batas transaksi yg bersangkutan dgn aktv lancar berdampak langsung thd perhitunagn rugi laba th yg diaudit.
6. Pengujuan sub thd akt tetap dititikberatkan pd verifikasi mutasi aktv tetap yg terjadi dlm th yg diaudit.verifikasi saldo aktiva tetap pd tgl neraca tdk diperhatikan, krn akt tetap disajikan pd kosnya. Peng sb pd akt lancar dititikberatkan pd saldo aktiva lancar tsb pd tgl neraca, krn akt lancar hrs disajikan dineraca sebesar nilai bersih yg dpt direalisasikan pd tgl tsb.
b. Pendapat bahwa cut off thd transaksi yg bersangkutan dgn aktiva tetap bkn merupakan fokus pengujian substantif aktv tetap.
Jawab : karena ketepatan pisah batas transaksi yang bersangkutan dengan aktiva tetap sedikit pengaruhnya terhadap perhitungan rugi laba.
c. Perbedaan suditor awal dgn auditor ulangan/lama dlm audit peng sub aktiva tetap :
Pada auditor awal/pertama :
- Auditor hrs mempunyai cattan aktiva tetap yg rinci dan dokumen yg mendukung transaksi pemerolehan dan mutasu aktiva tetap.
- auditor harus memverifikasi saldo awal aktiva tetap utk memperoleh keyakinan mengenai kewajaran saldo tersebut sejak saat aktv tetap diperoleh sampai dengan awal thun yg diaudit.
- Semua bukti yg mendukung transaksi mutasi aktiva tetap hrs diverifikasi oleh auditor.
Pada auditor lama :
- kewajiban memverifikasi saldo awal aktiva tetap lebih ringan
- jika pada lap keuangan klien diberi pendapat wajar maka auditor baru dapat langsung menggunakan saldo awal aktiva tetap sebagai saldo awal yang wajar

sumber : http://s3mrp.blogdetik.com/

Senin, 25 Januari 2010

SIM

SIM

SIM adaLah mata kuLiah sistem informasi manajemen,yang diajarkan oleh dosen bu Betty Yudha. Saya sangat senang mata kuLiah ini.Mata kuLiah SIM yang dapat saya sampaikan yaitu merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:

* Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
* Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
* Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.
Peradaban manusia telah berkembang melewati beberapa era, termasuk era pertanian, industri dan kini sudah memasuki era informasi (Alfin Toffler, 1980). Informasi yang membanjir di era ini merupakan pisau bermata dua. Pada satu sisi, informasi bisa merupakan asset strategis bagi mereka yang mampu mengelola akses pemrosesan dan pemanfaatannya secara baik. Namun pada sisi lainnya, informasi yang membanjir bisa menenggelamkan dan menyesatkan bagi mereka yang tidak memiliki strategi pengelolaan informasi yang baik. Dalam konteks inilah mata kuliah Sistim Informasi Manajemen menjadi sangat relevan.

Mata kuliah ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan mengenai konsep dasar dan pemanfaatan SIM dalam organisasi.
Sistem informasi telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan terbukti sangat berperan dalam kegiatan perekonomian dan strategi penyelenggaraan pembangunan. Keberadaan sistem informasi mendukung kinerja peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas organisasi pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong pewujudan masyarakat yang maju dan
sejahtera. Sistem informasi yang dibutuhkan, dimanfaatkan, dan dikembangkan bagi keperluan pembangunan daerah adalah sistem informasi yang terutama diarahkan untuk menunjang perencanaan pembangunan daerah. Hal ini perlu diingat karena telah terjadi perubahan paradigma menuju desentralisasi di berbagai aspek pembangunan.
Sistem informasi telah berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat dan terbukti sangat berperan dalam kegiatan perekonomian dan strategi penyelenggaraan pembangunan. Keberadaan sistem informasi mendukung kinerja peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas organisasi pemerintah dan dunia usaha, serta mendorong pewujudan masyarakat yang maju dan
sejahtera. Sistem informasi yang dibutuhkan, dimanfaatkan, dan dikembangkan bagi keperluan pembangunan daerah adalah sistem informasi yang terutama diarahkan untuk menunjang perencanaan pembangunan daerah. Hal ini perlu diingat karena telah terjadi perubahan paradigma menuju desentralisasi di berbagai aspek pembangunan.
Sistem Pelaporan Manajemen

Tujuan utama dari sistem pelaporan manajemen adalah menyampaikan laporan periodik yang diperlukan dalam pengambilan keputusan oleh manajer. Tiga macam informasi yang diperlukan oleh pengambilan keputusan antara lain :
1. Informasi-informasi yang diperlukan untuk mengendalikan penggunaan sumber-sumber
2. laporan-laporan yang berhubungan dengan keefktifan pencapaian tujuan sebagai fungsi dari penggunaan sumber-sumber
3. laporan-laporan yang berhubungan dengan efesiensi dari operasi dan pengelolaan sumber-sumber

Struktur dari manajemen sistem pelaporan akan mengikuti struktur dari proses manajemen, dan tingkat detail laporan tergantung pada tingkat delegasi wewenang dan tanggungjawab.

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Didalam SIM ini terdapat beberapa fungsi yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan, diantaranya :
• Pencarian data
• Penginformasian data kepada user (dapat berupa report text, dalam bentuk tabel, atau dalam bentuk grafik)
• Penyimpanan data

Dengan adanya SIM ini, sebuah perusahaan mengharapkan suatu sistem yang dapat bekerja secara cepat dan akurat sehingga produktivitas kerja di perusahaan lebih meningkat. Yang perlu diingat bahwa jangan sampai keberadaan sistem tersebut justru menimbulkan masalah baru didalam perusahaan.

Setelah diperkenalkan konsep pemograman visual, sebuah SIM dapat dibuat dengan mudah dan pihak pengguna pun tidak mengalami kesulitan untuk mengoperasikannya.
Bahasa pemograman yang digunakan dalam perancangan SIM pada tugas akhir ini adalah PHP. Sedangkan bahasa pendukung bagi program yag dibuat adalah MySQL, yaitu sebuah bahasa pemograman yang digunakan dalam sebuah konsep database. Struktur sistem informasi pada dasarnya dibedakan menjadi dua yaitu sistem yang terstruktur (formal) dan sistem yang tidak terstruktur (non formal). Sistem formal adalah sistem yang berjalan menurut norma-norma organisasi yang berlaku pada semua orang, sesuai dengan kedudukannya dalam organisasi. Sistem ini tergantung kepada tugas, wewenag, dan tanggung jawab yang dibebankan kepada pemegang jabatan organisasi. Sistem nonformal adalah sistem yang berlaku di lingkungan organisasi melalui saluran-saluran tidak resmi, tetapi mempunyai pengaruh cukup kuat dalam kehidupan organisasi yang bersangkutan (Gordon,1999).

Sistem informasi manajemen berusaha untuk menggabungkan keduanya dengan bertumpu pada norma organisasi dalam mendukung kegiatan organisasi. Dengan demikian diharapkan sistem formal dapat menjadi subsistem terutama keberhasilan organisasi bukan hanya perorangan tetapi hasil kerjasama seluruh organisasi.

1. Struktur sistem informasi berdasarkan kegiatan manajemen

Kegiatan perencanaan dan pengendalian manajemen dibagi atas tiga macam yaitu: kontrol operasional, kontrol manajemen, dan perencanaan stategi. Pengendalian operasional adalah proses penempatan agar kegiatan operasional dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasional menggunakan prosedur dan aturan keputusan yang telah ditentukan lebih dahulu dalam jangka waktu yang relatif pendek. Dukungan pengolahan untuk pengendalian operasional terdiri atas: pengolahan transaksi, pengolahan laporan, dan pengolahan pertanyaan. Ketiga jenis pengolahan berisikan berbagai macam pembuatan keputusan yang melaksanakan aturan keputusan yang telah disetujui atau menyajikan suatu keluhan yang mengeluarkan yang akan diambil (Gordon,1999).

Informasi pengendalian manajemen diperlukan oleh berbagai manajer bagian, pusat laba dan sebagainya untuk mengukur prestasi, memutuskan tindakan pengendalian, merumuskan aturan keputusan baru untuk ditetapkan personalian operasional dan mengalokasikan sumber daya. Proses pengendalian manajemen memerlukan jenis informasi yang berkaiatan dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi menyangkut: pelaksanaan yang direncanakan, alasan adanya perbedaaan, dan analisa atas keputusan atau arah tindakan yang mungkin.

Perencanaan strategi mengembangkan strategi sebagai sarana suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Kegiatan perencanaan strategi tidak mempunyai keteraturan meskipun sebenarnya bisa dijadwalkan dalam periode waktu yang relatif panjang. Informasi yang dibutuhkan haruslah memberikan gambaran yang lengkap dan menyeluruh, walaupun tidak mempunyai ketelitian yang tinggi.

2. Struktur sistem informasi berdasarkan fungsi organisasi

Setiap informasi dapat dianggap sebagai kumpulan subsistem yang didasarkan atas fungsi yang dilaksanakan dalam organisasi. subsistem-subsistem yang umum adalahh sebagai fungsi-fungsi utama suatu organisasi dalam pemasaran, produk, logistik, personalia, keuangan dan akuntansi. Setiap fungsi akan melakukan kegiatan sebagai subsistem informasi untuk mendukung pengendalian operasional, pengendalian manajemen dan pengendalian strategi.

3. Struktur sistem informasi manajemen secara konseptual dan fisik

Struktur sistem informasi manajemen (SIM) dapat pula dipandang menurut konsep struktural yang memungkinkan pembahasan dan perancangan sistem fisik yang akan mendefinisikan cara pelaksanaan SIM.

* a. Struktur Konseptual

SIM didefinisikan sebagai suatu gabungan subsistem fungsional yang masing-masing dibagi dalam empat macam pengolahan informasi, yaitu: pengolahan transaksi, dukungan operasional sistem informasi, dukungan pengendalian manajerial sistem informasi, dukungan perencanaan stategi sistem informasi.

* b. Struktur Fisik

Struktur konseptual suatu SIM adalah untuk subsistem fungsional yang terpisah ditambah suatu pangkalan data, beberapa aplikasi umum, dan satu model dasar analisa umum dan model keputusan. Pada struktur fisik semua aplikasi terdiri atas program yang sama sekali terpisah, tetapi hal ini tidak selalu demikian adanya sehingga ada penghematan yang cukup besar dari pengolah terpadu dan pemakain modul umum. Pengolahan terpadu dicapai dengan perencanaan berbagai aplikasi yang paling berhubungan sebagai suatu sistem tunggal untuk menyederhanakan kaitan (interface) dan mengurangi duplikasi masukan sehingga melewati batas fungsional. Struktur fisik juga dipengaruhi pemakain modul umum untuk pengoperasian pengolahan yang menyebabkan tidak ada aplikasi yang lengkap tanpa pemakain modul umum.


SUMBER : http://ryaluvfian.wordpress.com/2010/01/08/tentang-sim/

Cara membuat software menjadi portable

sumber : http://hasiaulia.net/2009/07/23/cara-membuat-software-menjadi-portable/

Apa itu software portable? software portable adalah software yang bias digunakan tapi tanpa perlu untuk di instal terlebih dahulu, intinya software tersebut bisa langsung di gunakan dengan terlebih dahulu mengedit registry nya, kita juga dapat membuat software portable sendiri, berikut langkah-langkah nya cara untuk membuat software portable:

1. software yang akan kita jadikan contoh untuk percobaan ini adalah software “Opera browser”. bisa di download terlebih dahulu di http://www.opera.com/browser.

2. tools selanjutnya yang diperlukan adalah systracer.zip yang bisa di download di http://www.snapdrive.net/files/588167/SysTracer.zip

3. selanjutnya tools yang diperlukan adalah WInRar.

4. Ok, selanjutnya jalankan systracer.zip tadi yang telah di download untuk mengedit registry software sebelum di “portable” kan.

5. Install “Opera Browser” kalian yang sudah di download tadi.

6. Sekarang take snapshot lagi, untuk melihat perubahan yang sudah ‘dilakukan’ opera
Setelah dilakukan snapshot 2 kali, lakukan compare.

7. Lihat perubahan yang terjadi pada registry, (Perhatikan directory HKEY_Current_User (HKCU) dan HKEY_Current_Machine (HKCM) saja) registry yang telah berubah terjadi pada yang berwarna hijau.

8. Buat folder Baru untuk menyimpan file-file untuk keperluan membuat software portable.

9. Sekarang, buka registry editor (Start –> run –> ketikkan “regedit” [tanpa tanda kutip] –> OK) untuk me-Export regisrty. Untuk HKCU pilih HKCU –> Software –> Opera Software –> lalu Export

10. Lalu kemudian simpan dengan nama oport1.reg di folder OPORT, ntuk HKCM pilih –> Software –> Netscape –> Netscape Navigator –> Opera –> main –> Export

11. Simpan dengan nama oport2.reg di folder OPORT.

12. Kemudian buat unreg nya supaya software yang kita jalankan/eksekusi tidak meninggalkan jejak di registry.

13. Cara membuat unregnya, perhatikan oport1.reg dan oport2.reg atau copas codenya di bawah ini ke notepad dan simpan kode di bawah ini ke folder OPORT dengan nama unreg.reg

Kode:
Windows Registry Editor Version 4.00
[-HKEY_CURRENT_USERSoftwareOpera Software]
[-HKEY_LOCAL_MACHINESOFTWARENetscapeNetscape NavigatorOperamain]

Nb :
Baris kedua adalah untuk meng uninstall oport1.reg
Baris ketiga adalah untuk meng uninstall oport2.reg

Sekarang copy semua file yang ada di C:program filesopera ke folder OPORT
Buka notepad, copas code dibawa
Kode:
regedit /s reg1.reg
regedit /s reg2.reg
Opera.exe
regedit /s unreg.reg

simpan dengan nama setup.bat

14. Hapus semua file kecuali file dengan extensi .EXE

15. SELESAI!


OverClock: Cara efektif meningkatkan kinerja komputer

sumber : http://free-7.blogspot.com/2007/10/overclock-cara-efektif-meningkatkan.html

OverClock: Cara efektif meningkatkan kinerja komputer

Kata overclock mungkin menjadi bahasa asing bagi seorang pemula yang tertarik dibidang hardware. Tetapi bagi mereka yang sudah mahir dibidang hardwawe, kata tersebut merupakan sebuah kata baku dan digunakan dalam kehidupan sehari hari.
Busby SEO Test
Bahasa overclock disusun dari dua kata yaitu over dan clock yang artinya melakukan setup mainboard clock bagi processor maupun sebuah VGA. Kata overclock dikonotasikan dengan membuat computer lebih cepat.

Entah kapan dimulai para hobbiest melakukan overclock. Diperkirakan overclock sudah dimulai pada tahun 1985. Kalau tidak salah, computer pertama yang dijual yaitu jenis PC XT dengan processor tipe Intel (8088) dan dibuat lebih cepat bekerja dengan procesor dari NEC V20. Maklum kecepatan pada computer PC XT dahulu luar biasa lambatnya. Jangankan kata sistem Linux atau Windows. Yang kita kenal saat itu hanyalah PC-DOS IBM sebagai sistem operasi sebuah computer. DOS hanyalah berbentuk disket sudah dapat dijadikan storage pada computer termasuk sistem operasi. Pada tahun itu tidak banyak orang mengenal tentang harddisk ataupun memory seperti jenis. Hardware masih sangat mahal dan sederhana. Bahkan tidak pernah terdengar kata giga seperti sekarang ini. Memory masih dalam hitungan Kilobyte, harddisk pertama berukuran sangat besar dengan beberapa puluh megabyte

Overclock mulai dilakukan ketika processor 486 DX dan Pentium Klasik pertama. Tetapi memacu processor hanya dapat dilakukan dengan jumper pada mainboard. Misalnya Pentium 166Mhz dijumper menjadi kecepatan 200Mhz, sedikit sekali perbedaan antara 166Mhz dan 200Mhz. Tetapi cukup lumayan untuk kecepatan pada tahun ini.

Ramainya overclocker dimulai pada 1997 ketika Intel mengeluarkan processor jenis Celeron berkecepatan 300Mhz dengan jenis slot 1 dan ramai ramai dipacu menjadi 450Mhz. Saat itulah muncul para overclocker yang mulai memacu processor sampai batas terakhir.

Perusahaan Taiwan saat itu sudah menguasai dibidang hardware membuat mainboard dengan option yang dapat disetup oleh pemakai. Munculnya Abit dengan mainboard untuk setup via BIOS dan mainboard jumperless. Abit pertama mengumumkan mainboard dengan jumper minimal dan pemakai dapat melakukan setup pada BIOS untuk kecepatan processor.

APAKAH SEBENARNYA TUJUAN OVERCLOCK?

Tujuan utama melakukan overclock adalah memacu sebuah processor VGA dan CPU agar lebih cepat bekerja.

Tetapi saat ini untuk dengan teknologi yang ada, memungkinkan seseorang memiliki kemudahan membuat computer dengan overclock. Misalnya seseorang ingin memacu computer lebih cepat bekerja dengan processor yang lebih murah untuk menyamai computer yang memiliki processor lebih cepat dan mahal. Misalnya mengunakan processor seharga 1 juta tetapi mampu memiliki kecepatan yang hampir atau melebihi computer dengan procesor lebih mahal

Ada juga tujuan khusus yang menjadi trend setelah tahun 2000. Misalnya untuk aplikasi game. Dengan melakukan overclock , sebuah computer akan lebih cepat dan lebih nyaman dinikmati. Dengan overclock semua perangkat akan meningkat. Fungsi yang terakhir inilah tujuan paling umum digunakan. Karena tersedianya perangkat tambahan hampir semuanya tersedia, serta didukung oleh perusahaan mainboard untuk memasukan sistem overclock pada BIOS. Sayangnya, ketika itu belum semua perkembangan telah sempurna. Karena masih terbatasnya perangkat seperti memory, mainboard dan heatsink yang tidak selengkap sekarang ini.

BAGAIMANA MELAKUKAN OVERCLOCK?

Melakukan overclock sebenarnya melakukan setup kecepatan clock CPU pada BIOS. Bila processor dengan kecepatan 1.6Ghz dengan bus 100Mhz, artinya processor bekerja pada kecepatan 16X100Mhz akan menghasilkan kecepatan processor 1600Mhz atau 1.6GHz. Dengan merubah bus pada option BIOS misalnya dari 100Mhz menjadi 133Mhz maka computer akan bekerja dengan kecepatan 2.1GHZ atau 16X133Mhz dengan hasil 2.1Ghz atau 2.128Mhz. Apakah sedemikian mudah melakukan overclock. Betul, hanya dengan cara inilah computer dapat dipacu dan sedemikian mudahnya seseorang melakukan overclocking.

BERAPA MAHAL DARI BIAYA OVERCLOCK?

Biaya overclock bisa bervariasi. Bila anda melakukan overclock sebuah computer yang tidak terlalu tinggi, misalnya dengan mempercepat laju processor menjadi 10% atau 20% lebih cepat. Mungkin anda tidak memerlukan biaya tambahan. Perubahan hanya dilakukan pada BIOS saja.

Contoh anda mengunakan procesor 1.6Ghz, lalu memacu menjadi 2.1Ghz. Dengan heatsink standard, pada kecepatan tersebut masih diposisikan aman bagi computer dan dapat dilakukan dengan mudah.

Tetapi bila dilakukan overclock cukup tinggi, misalnya diatas 25%, umumnya akan muncul kendala terjadi pada panas processor. Karena disain heatsink standard sebagai pendingin processor dibuat terbatas untuk kecepatan tertentu. Kendala pada panas processor dapat diperbaiki dengan menganti heatsink non standard. Dengan heatsink non standard maka processor terhindar dari hang atau malfunction karena terlalu panas bekerja. Atau dibantu pada sirkulasi udara didalam untuk memperbaiki sistem pendingin computer.

Kenapa panas menjadi momok dari kegiatan overclock. Dengan peningkatan kecepatan, dampak akan membuat processor menjadi panas.

Lalu dimana tingkat kemahalan dari kegiatan overclock. Bila anda melakukan overclock pada processor saja, tanpa memperbaiki perangkat lainnya. Hal ini dapat dikatakan murah. Tetapi bila anda berkeinginan mengoptimalkan seluruh perangkat yang ada, termasuk memory, mainboard premium, VGA top-end, power supply, pendingin bahkan case yang khusus di disain untuk overclocking. Disitulah nilai mahal yang harus disediakan. Karena perangkat khusus yang disediakan memang memiliki kelebihan tersendiri.

Memiliki sebuah computer dengan tingkat hardware paling optimal hampir sama seperti membeli sebuah PC dengan harga 2 buah PC. Contoh saja, dahulu ada seorang pemula menginginkan pendingin yang baik bagi computer karena telah dioverclock. Untuk menghemat dia membeli fan berkecepatan 7.200RPM 80mm akan lebih murah dibandingkan membeli heatsink bagus tetapi lebih mahal. Beberapa hari kemudian, dia kembali menganti heatsink 7.200RPM dengan heatsink baru. Dikatakan , ketika fan dipasangkan didalam case ternyata malah membuat seluruh meja kerjanya ikut bergetar.

APA YANG PERLU DI LAKUKAN UNTUK MELAKUKAN OVERCLOCK?

Mudah untuk membuat processor agar dapat dioverclock, tetapi dampaknya cukup luas bagi hardware lain. Bila berbicara pada computer yang ada saat ini, melakukan overclock akan berdampak bagi hardware seperti sistem I/O, VGA dan lainnya.

Mengoverclock sebuah processor beberapa MHz juga akan memacu kinerja bagian lain seperti memory, PCIe, PCI dan AGP clock. Artinya bila procesor dengan kecepatan bus 100MHz dipacu menjadi 120MHz (20%), maka kecepatan clock hardware lain juga meningkat. Demikian juga kecepatan memory akan dipacu mengikuti kecepatan processor yaitu sekitar 20%.

Banyak kesalahan terjadi bagi pemula karena tidak terlalu mengenal perhitungan, kemampuan serta batasan dari hardware. Untuk itu kita bagi dari masing masing hardware yang terkait satu sama lain karena secara langsung akan terkena dampak ketika processor dipacu diatas standard.

DENGAN MEMACU OVERCLOCK PADA PROCESSOR TERDAPAT 3 HAL PENTING.

1. Processor memiliki batas kecepatan tertentu, semakin tinggi maka semakin panas dan tidak stabil. Menghadapi panas hanya dapat dihadapi dengan sistem pendingin yang baik. Menganti pendingin jenis tertentu akan menjaga keberhasilan ketika melakukan overclock.
2. Semakin tinggi multiplier sebuah processor akan semakin tidak stabil. Umumnya mereka yang ingin melakukan overclock mengambil inisiatif dengan jalan membeli processor bermultiplier rendah. Dengan multiplier rendah, maka kecepatan processor memiliki persentas lebih tinggi plus lebih murah. Misalnya anda mengunakan processor 2.4Ghz dengan multiplier 12 X 200Mhz akan mudah dipacu menjadi 3Gz dengan bus 250Mhz dann terjadi peningkatan 25%. Dibandingkan anda mengunakan processor 3GHz dengan bus 200Mhz dan multiplier 15 X 200Mhz yang mengharuskan bekerja pada 3.75Ghz dengan bus 250Mhz akan sulit untuk stabil bekerja
3. Daya power untuk processor. Kita mengenal dengan overvoltage. Dengan menambahkan voltage bagi processor akan menjaga kestabilan computer. Bila overclock dilakukan pada batas wajar, overvoltage jarang dilakukan. Tetapi pada overclock yang cukup extreme, overvoltage umumnya menjadi pilihan terakhir yang diambil. Dampaknya kembali kepada point pertama yaitu semakin panasnya processor. Mengapa overvoltage dilakukan. Semakin cepat processor bekerja, semakin besar daya atau power yang dibutuhkan. Dengan menambah supply power bagi processor dengan peningkatan voltage atau overvoltage akan memberikan power yang cukup ketika processor bekerja diatas kecepatan standard. Untuk meningkatkan daya bagi procesor, pada BIOS setup terdapat option Vcore. Angka Vcore inilah yang dimainkan agar processor menjadi lebih stabil

DAMPAK PADA CHIP-SET DAN KESTABILAN HARDWARE LAIN.

Setelah membahas kendala overclock processor, kita kembali melihat dasar dari bus clock pada sistem computer. Melihat dari bagian mainboard, terdapat pembagian kecepatan yang sama agar sinkron bekerja dari tiap tiap hardware.

Melihat pembagian bus tersebut anda dapat menganalisa. Bila sebuah computer dengan kecepatan processor 100Mhz pada bus external, lalu dipacu menjadi 120Mhz. Dampaknya perhitungan clock pada device PCIe, AGP dan ISA bus juga meningkat 20% lebih cepat. Contoh saja bila sebuah VGA AGP dengan bus 66Mhz, dengan kecepatan chip-set yang dipacu 20% saja akan memaksa VGA bekerja pada kecepatan 80Mhz. Artinya akan sulit membuat VGA tetap stabil ketika memainkan game. Atau anda mengunakan harddisk jenis SATA yang sensitif terhadap perubahan, ketika melakukan overclock bisa saja menyebabkan kegagalan harddisk bekerja.

Sebelum perusahaan mainboard membuat option pengunci PCIe/AGP dan PCI, cara paling mudah adalah mencari titik aman pada clock internal. Ketika seseorang melakukan overclock, 20% mungkin malah membuat hardware tidak stabil. Tetapi meningkatkan kecepatan pada overclock 30% malah hardware berjalan normal. Titik 30% adalah titik aman yang diambil para overclock. Perhitungan titik aman tersebut berbeda beda baik pada jenis procesor yang ada.

Kendala pada peningkatan kecepatan bagi chip-set dengan overclock, saat ini bukanlah sebuah masalah. Beberapa perusahaan mainboard telah mendisain agar computer bekerja lebih stabil dengan penambahan option baru untuk pengunci dari clock hardware. Option ini berfungsi sebagai pengunci agar clock dari hardware lain tidak ikut naik mengikuti kecepatan clock processor. Ketika processor bekerja pada kecepatan non standard, maka ketiga bagian tersebut akan tetap sama bekerja seperti kecepatan standard.

PERSIAPAN DAN TAHAPAN OVERCLOCK.

Karena overclock adalah kegiatan trial and error atau coba coba. Tahap paling awal adalah anda harus mengetahui dimana tempat untuk melakukan reset BIOS bila computer terkunci ketika dilakukan overcloking. Bila BIOS tidak dapat melakukan boot secara normal, maka pengembalin agar mainboard dapat berkerja kembali dengan melakukan reset BIOS pada untuk mengembalikan BIOS diposisi default.

Hal lain adalah kesabaran. Coba melakukan peningkatan kecepatan processor secara tahap demi tahap. Melakukan peningkatan secara berlebihan hanya akan mengacaukan analisa anda. Melakukan overclock dengan perlahan akan lebih mudah berhasil, dan menganalisa sesaat apakah computer sudah dapat bekerja dengan baik. Dan coba nikmati beberapa aplikasi apakah semua sudah berjalan normal sebelum meningkatkan kecepatan processor lebih tinggi lagi.

Bila terjadi kegagalan misalkan computer mengalami hang, blue screen atau gagal menjalankan aplikasi tertentu. Kembalilah menganalisa pada bagian hardware. Dan mencari dibagian manakah yang membuat computer gagal dilakukan overclock.

BEBERAPA BAGIAN YANG SERING MENYEBABKAN KEGAGALAN KARENA OVERCLOCK.

1. Memory umumnya paling dominan. Ketika overclock terjadi, bagian memory harus mengimbangi kecepatan processor.
2. Panas yang berlebihan terjadi pada processor bila mengunakan heatsink standard
3. Kekurangan daya pada processor karena mainboard atau power supply yang tidak memadai
4. Kemampuan mainboard yang tidak menunjang, atau tidak di disain untuk overclocking
5. Kemampuan perangkat hardware lain tidak mampu bekerja pada kecepatan overclock

BAGIAN YANG PALING PENTING PADA OVERCLOCK ADALAH MEMORY DAN POWER SUPPLY. supply

Beberapa tahun lalu anda pasti pernah mengenal memory jenis SDRAM dengan kecepatan PC100, PC133 dan PC150. Saat ini perkembangan kecepatan memory DDR dibagi dengan PC2100, PC2600 dan PC3200. Dan jenis DDR2 juga dibagi lagi menjadi PC4300, PC5400 dan selanjutnya. Dan terakhir teknologi dual channel agar memory memberikan bandwidth lebih besar dengan 2 buah modul memory yang harus dipasang bersama sama.

Kita ambil contoh Pentium III dengan kecepatan 500Mhz bus 100Mhz. Untuk mengoverclock menjadi 667Mhz maka computer harus dilakukan setup dengan bus 133Mhz. Dan memory dari standard PC66/PC100 harus diganti dengan PC133 dan PC150

Bila anda mengunakan jenis Pentium 4 1.6Ghz dengan memory DDR dan bus 100Mhz maka computer cukup mengunakan PC2100. Tetapi dengan kecepatan overclock dari 100Mhz menjadi 133Mhz maka computer idealnya mengunakan memory berkecepatan PC2700/DDR333.

Pilihan dari kecepatan memory sebenarnya bukan masalah ketika mengoverclock processor. Hanya untuk mengoptimalkan kinerja computer, diperlukan sebuah kemampuan memory juga. Bila tujuan overclock untuk memaksimalkan seluruh kinerja sebuah computer maka kecepatan memory menjadi adalah hal yang mutlak .

Sebagai contoh, mengunakan processor berkecepatan 200Mhz dengan dual channel memory untuk optimalnya memiliki kinerja pada memory dengan DDR memory berkecepatan DDR PC3200. Apakah memory berkecepatan PC2700 atau PC2100 tidak dapat digunakan. Jawabannya : tetap dapat digunakan. Beberapa mainboard saat ini sudah memasukan option multiplier atau pembagian bagi kecepatan memory dengan processor. Dengan menurunkan kecepatan multiplier memory maka computer dapat mengunakan kecepatan memory lebih rendah

Dampak menurunkan multiplier memory tentu bertentangan dengan tujuan overclock. Disatu sisi kecepatan processor meningkat, disisi lain yaitu kecepatan memory menjadi menurun. Apakah yang terjadi jika kecepatan memory diturunkan. Tentu bagian memory hanya menghasilkan bandwidth lebih rendah atau memiliki kecepatan tranfer lebih rendah karena rendahnya clock yang dikurangi. Pada sisi processor atau CPU sedang bekerja cepat, disisi memory malahan terjadi kelambatan pada tranfer data antara processor ke memory. Hasilnya tentu menjadikan performa computer sedikit lebih rendah

Pemakaian multiplier memory hanya berguna bila memory tidak sanggup bekerja terlalu tinggi ketika processor dilakukan overclock. Sebagai contoh anda mengunakan jenis DDR PC3200 jenis standard yang ada dipasaran. Dengan peningkatan kinerja processor dengan overclock, umumnya terjadi kegagalan pada memory. Karena memory tidak mampu bekerja diluar batas kecepatan standard. Pilihannya adalah menurunkan kecepatan multiplier 1 step dari kecepatan yang ada.

Sebagai contoh pada gambar dibawah ini. Dengan kecepatan processor berFSB 200Mhz maka kecepatan memory standard akan dipacu pada 200Mhz X 2 = DDR400 atau sama dengan kecepatan PC3200. Melakukan overclock processor 10% saja dari kecepatan standard processor maka dibutuhkan kecepatan memory pada kecepatan DDR440. Bila memory tidak mampu bekerja pada kecepatan DDR440, pilihannya dengan menurunkan kecepatan multiplier 1 step dibawahnya. Sehingga memory akan bekerja pada kecepatan 365Mhz atau hampir sama seperti kecepatan PC2700. Karena memory memiliki kecepatan DDR400, dengan kecepatan 365Mhz masih dapat diterima atau dibawah kecepatan standard memory.

KEINGINAN YANG UMUMNYA HENDAK DI CAPAI OLEH PARA GAMER.

Keinginan seseorang memiliki computer lebih cepat tidak lepas dari hardware pendukung yang ada. Saat ini sudah banyak memory jenis premium dipasarkan. Pilihan mengunakan memory jenis Premium memang tidak mudah. Selain lebih mahal, memory dengan performa lebih tinggi dibandingkan memory standard memiliki keistimewaan tersendir.

Kami sempat menanyakan pada sebuah produsen memory terbesar saat ini. Mengapa dibuat memory jenis premium (untuk overclock) dan standard. Jawaban dari mereka sederhana.

CHIP MEMORY DI BUAT DENGAN BEBERAPA MODEL :

Pertama adalah memory standard yang banyak dijual dipasaran. Memory standard ditujukan pada end user. Umumnya chip memory standard dijual lebih murah dan dirakit kembali menjadi memory module. Atau sudah dirakit menjadi memory module dan dijual ke perusahan computer untuk digunakan pada computer branded. Jenis memory standard diproduksi masal dalam jumlah banyak sehingga biaya produksi lebih murah.

Jenis kedua adalah memory yang dijual khusus. Biasanya memory yang dijual khusus diperuntukan bagi perusahaan memory ternama. Perusahaan dengan merek memory tertentu memproduksi module memory dan diberikan label merek dari perusahaan pembuat module memory. Umumnya memory dengan merek tertentu sudah memiliki jaminan terhadap kompatibel diberbagai hardware. Jadi yang ditekankan adalah kompatible pada hardware yang ada dipasaran

Ketiga adalah memory berdasarkan pesanan untuk jenis Premium. Perusahaan pembuat memory hanya membuat memory jenis Premium yang dipesanan dari perusahaan OEM/merek perusahaan memory tertentu dalam jumlah besar. Karena dibuat berdasarkan pesanan, walaupun memilik jumlah besar tetapi tetap mahal karena memiliki kualitas. Memory Premium memang dibuat dengan biaya ebih mahal. Selain memiliki daya tahan lebih tinggi, kemampuan memory Premium tidak akan pernah didapat pada memory standard dan hampir tidak pernah dijual langsung oleh pembuat memory itu sendiri. Kriteria dari memory Premium memang lepas dari kebutuhan memory standard. Biasanya dipasarkan dengan tingkat latency rendah, atau memiliki kemampuan bekerja pada clock tinggi. Khusus bagi para gamer, lebih memilih memory jenis premium. Jenis memory premium umumnya memiliki ketahanan lebih tinggi.

Manfaat ganda juga didapat dengan memory premium. Saat ini ada 2 pilihan antara memory premium ber-latency rendah dengan ketahanan clock standard dan memory premium yang mampu bertahan pada kecepatan clock tinggi tetapi berlatency tinggi.

Untuk mengunakan memory dengan kemampuan clock tinggi, lebih ideal digunakan pada overclock. Tetapi memiliki kelemahan dengan latency tinggi misalnya dinamai dengan PC4400 berlatency 2.5-3-3-6, sehingga computer terlihat kurang responsif. Tetapi pada memory yang memang lebih mampu bertahan pada clock tinggi dan mampu menerima voltage diatas standard (kami sebut VDIMM). Pilihan ini memang harus diambil, karena hanya jenis memory khusus inilah yang mampu mengimbangi kebutuhan tranfer data antara memory dengan processor.

Kebalikannya adalah memory premium ber-latency rendah. Memory jenis ini memiliki fungsi ganda. Bila menginginkan sebuah computer dengan overclok tidak terlalu tinggi disarankan tetap mengunakan memory ber-latency rendah misalnya 2-2-2-6. Computer terlihat lebih responsif, karena memory begitu cepat bekerja dibandingkan memory dengan clock tinggi dan memiliki latency tinggi. Disamping efek respon yang baik pada memory ber-latency rendah, pemakaian overclock masih dimungkinkan asalkan tidak melebihi batas dari kemampuan maksimum memory. Dengan memainkan latency lebih tinggi pada memory ber-latency rendah, masih memungkinkan memory bekerja pada clock yang lebih besar. Misalnya PC3200 dengan latency 2-2-2-5 pada kecepatan 200Mhz, masih mampu bekerja pada 250Mhz dengan latency 3-3-3-6. Pilihannya terletak pada sipemakai, apakah membutuhkan ketahanan memory pada tingkat clock tinggi atau ingin mempertahankan kemampuan memory agar lebih responsif bekerja.

KENYAMANAN OVERCLOCK DENGAN POWER SUPPLY BERMUTU (KELAS PREMIUM)

Terakhir adalah kemampuan dari power supply. Power supply premium memiliki tingkat efisiensi tinggi serta proteksi baik sebagai fungsinya sebagai power supply maupun keamanan bagi perangkat computer.

Power supply premium memiliki beberapa fitur seperti overvoltage, overload, short protection dan sebagainya. Sistem proteksi pada output voltage sangat penting. Ketika power supply mengalami kelebihan beban, umumnya voltage output akan meningkat. Pada posisi membahayakan, maka power supply akan mematikan dirinya agar menjaga perangkat yang ada tidak mengalami overvoltage.

Sistem proteksi ini dibutuhkan bagi para overclock agar harta didalam computer aman. Bila anda pernah menemukan sebuah mainboard dan procesor terbakar karena power supply terus saja memberikan supply daya ke computer. Itu adalah salah satu dampak dari kelemahan sistem power yang digunakan.

Hal tersebut mungkin jarang terjadi pada pemakaian power supply kelas premium. Tentunya akan konyol bila seseorang mengunakan power supply standard seharga 300 ribu, tetapi dipasangkan pada seperangkat hardware yang harganya diatas 10 juta rupiah.

Tetapi bagian terpenting adalah tingkat power efisiensi. Pada power supply dikenal dengan power efficiency / efisiensi power (power factor) sebagai perbandingan input dan output. Input adalah daya yang dibutuhkan oleh power supply dari sumber listrik, sedangkan output adalah daya DC yang dikeluarkan oleh power supply dari beban sebuah computer.

Apakah arti dari power effisien itu. power effisien adalah perbandingan antara pemakaian input dengan hasil output yang dihasilkan. Bila sebuah power supply memiliki power ratio 50%, artinya 50% power output dihasilkan dari 100% input. Sebagai contoh, sebuah power supply dengan daya 300W dengan ratio 50% maka maksimum output yang dihasilkan adalah 150W.

Saat ini sudah banyak produsen power supply jenis premium. Power supply jenis premium umumnya memiliki tingkat power effisien sampai 65-85%. Artinya daya yang dikeluarkan lebih efisien dibandingkan sebuah power supply standard. Dengan label 400W dan power efisien 75%, artinya output power yang dapat diberikan ke perangkat hardware mencapai tingkat maksimal 300W DC dengan kebutuhan daya listrik 400W AC. Dengan melakukan overcloking baik VGA maupun Processor, kebutuhan daya akan meningkat. Ada baiknya anda melihat kembali berapa kemampuan power supply terhadap beban hardware. Menyediakan power supply standard dan tingkat power effisien rendah hanya akan memboroskan daya listrik dan mengacaukan analisa anda ketika melakukan overclock

Dengan artikel diatas, diharapkan pembaca sudah mengenal lebih jauh tentang hardware khususnya untuk pemakaian overclocking. Diharapkan juga anda tidak menganggap bahwa overclock adalah sebuah kegiatan gila yang beresiko. Siapapun dapat membuat sebuah computer lebih cepat dari standard. Overclock bukanlah kegiatan untuk merusak hardware, tetapi hanya meningkatkan performa computer agar bekerja lebih baik.

Cara membersihkan komputer dari Virus

sumber : http://balista.wordpress.com/2009/02/11/cara-membersihkan-komputer-dari-virus/

Cara membersihkan komputer dari Virus

Jika komputer kita terserang virus memang menjengkelkan, penyebab/sumbernya beragam, mulai dari media penyimpanan external seperti flash disk, floppy disk, hingga perilaku browsing yang “kurang wajar”, maksudnya sering browsing – browsing situs “aneh” ya jangan terkejut kalau juga mendapatkan hasil yang “aneh”.

Langkah – langkah disini saya paparkan berdasar pengalaman saya dan tanya sana-sini . Secara umum dibagi menjadi 5 jenis / tahap “pembersihan” diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Scan PC menggunakan antivirus

  • Update antivirus kita
  • Disable fungsi System Restore Windows
  • Restart, masuk safe mode
  • Scan komputer kita melalui safe mode
  • Setelah selesai, restart, dan jangan lupa aktifkan kembali fungsi System Restore Windows

2. Scan PC kita menggunakan antivirus online

  • Disable fungsi System Restore Windows
  • Restart, masuk Safe Mode With Networking (agar kita tetap bisa akses inet didalam safe mode)
  • Scan menggunakan antivirus online, misalnya: http://security.symantec.com/ (rata2x antivirus online hanya support browser Internet explorer)
  • Setelah selesai, restart, dan jangan lupa aktifkan kembali fungsi System Restore Windows

3. Memeriksa secara manual

  • Ctrl + Alt + Del (task manager)
  • Pada task manager lihat aktivitas mencurigakan dari file2x yang bekerja di background (biasanya berekstensi .dll atau .exe)
  • Jika ditemukan, tandai dan cari informasi dimana letak file “tersangka” ini
  • Jika sudah didapat, restart, masuk ke Safe Mode.
  • Dari safemode hapus file mencurigakan tadi

4. Memeriksa Startup Manager

  • Start -> Run -> msconfig
  • Pada jendela msconfig kita periksa, file startup mana yang terlihat janggal, disable saja, kalau perlu dihapus (gunakan metode no. 3)

5. Memeriksa System Registry kita

  • Cara ini yang paling melelahkan, meskipun ada softwarenya, namun jika kita salah menggunakan, bisa fatal akibatnya bagi kestabilan system.